Pagi hari setelah perjanjian itu terjadi, Ainun datang dengan tampilan yang sangat berbeda, membuat aku terpana, wanita yang sudah melahirkan ketiga anakku itu menyodorkan sebuah berkas berwarna biru.
"Ini."
Aku yang baru saja bangun pagi menyipitkan kedua mata, mengambil berkas berwarna biru itu. " Apa ini?"
"Kamu buka saja. "
Mendengar ucapan yang membuat rasa penasaran menggebu dalam hati ini, perlahan aku mulai membuka berkas berwarna biru yang ia berikan dan membacanya.
"Mm, jadi ini surat perjanjian. "
Istriku menganggukkan kepala, " kamu tandatangani berkas itu, sebagai bukti jika kita akan bertukar peran. "
"Ini lelucon, tapi aku suka. Sekarang aku akan tanda tangani berkas ini."
Setelah menandatangani berkas itu, aku mulai menatap raut wajah Istriku yang terlihat begitu cantik.
" Mm, tumben sekarang kamu cantik, dapat duit dari mana?"
"Ckk." Ainun terlihat mendelik kesal kepadaku, ia membalikkan badan dan berucap kembali, " bukan urusanmu. Oh ya, sekarang aku mau berangkat bekerja, tolong jaga anak-anak dengan baik dan jangan lupa kasih mereka makanan. "
"Hah, itu hal yang gampang. Ngomong-ngomong dari mana kamu bisa mendapatkan pekerjaan dengan begitu cepat?"
Ainun terlihat begitu santai, dimana ia menjawab. " kamu ini lupa ya, mas. Aku kan lulusan sarjana. "
"Lulusan sarjana, tapi setelah menikah jadi IRT, nggak guna. "
Perkataanku tiba-tiba membuat Ainun marah, ia menunjuk jari tangannya ke arah wajahku.
" Jangan pernah menyepelekan seorang wanita, jika dia sudah marah kamu akan tahu akibatnya. "
"Akibat apa?"
Aku tak ingin kalah dengan wanita yang menjadi istriku ini, ia pergi dengan mengepalkan kedua tangannya, membuat aku tersenyum sinis.
Setelah kepergian istriku, aku mulai melanjutkan tidurku kembali di atas kasur.
"Ahk, ternyata enak juga jadi peran seorang istri. "
Baru saja merebahkan tubuh untuk tidur kembali, aku mendengar suara tangisan si kembar.
"Ahk, iya. Si kembar aku lupa."
Beranjak berdiri dari tempat tidur, aku turun dari ranj…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments