Bab 41

Setengah sadar, dengan kedua mata sipit ini, melihat pintu dibuka begitu keras, ketiga anak anak datang. Berteriak memanggilku.

"Papah."

Mencoba tersenyum, mereka naik pada ranjang tempat tidur, " papah. " Memeluk tubuhku, dimana aku yang kelelahan tak mempedulikan ketiga anak anakku.

"Papah, kami boleh main. "

Denis meminta izin padaku, dimana aku yang tak bisa berpikir lagi karena rasa kantuk menganggukkan kepala.

Sedangkan Tari yang berada disampingku, berteriak, memarahi mereka. " Heh, kalian ini punya kamar sendiri, ngapain kesini. Cepat turun. "

Melirik ke arah Tari, wanita disampingku terlihat prustasi, ia mengacak rambutnya hingga terlihat menggumpal. Wanita itu kini bangkit dari tempat tidur, membuka selimut, lalu duduk.

Aku yang berusaha sadar dari rasa kantukku, mulia berucap, " Tari, namanya juga anak anak." Menguap beberapa kali, Tari tampak berkacak pinggang didepanku. " Anak anak, anda gila pak. Tengah malah begini waktunya tidur bukan bermain. "

Tari memperlihatkan wajah ketidak sukaanya pada ketiga anak anak didepanku.

"Kamu tinggal tidur saja, nggak usah perduliin mereka, nanti juga kalau mereka cape pergi dari kamar ini. "

Mencoba menasehati Tari, agar memberi pengertian pada anak anak. Namun wanita berambut pendek itu malah mengelak perkataanku.

"Tapi pak, saya tidak suka berisik. "

"Kalau tidak suka berisik pindah ke tempat Tv, aman kan. " Mengusirnya secara terang terangan, Tari memperlihatkan wajah juteknya.

"Ogah, anda saja. "

"Ya sudah kalau kamu nggak mau, nikmatin saja teriakan anak anak, kalau nggak suka tutup kuping kamu, agar teriak mereka tak terdengar. "

Tari sepertinya mengikuti apa yang aku katakan, dimana ia mencari hendset pada laci, mulai menutup telinganya dan tertidur kembali.

Namun. " Ahkk. "

Tari kembali berteriak, " ada apa lagi. "

" Lompat, lompat. " Ucap Denis dan Kalya begitu juga Kania.

"Kakiku, pak. Mereka mengijak kakiku, sakit rasanya. "

" Heheh, ayo lompat. " Denis mengajak aku dan Tari untuk bermain, dima…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Siti Alfiah

Siti Alfiah

emang enak dikerjain sama anak"klo kd pelakor jng tangyng"tari.hahhhahhaha lanjutkan thorrr salam sehat selalu.

2023-06-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!