"Ayo katakan? Kenapa masih diam saja. "
Berulang kali sang adik terus menekan perkataan kakaknya, tak perduli jika sang kakak ketakutan dengan penekannya itu.
Bagi Rendy sekarang itu adalah sebuah pengakuan yang sebenarnya dari Tari.
Mengepalkan tangan kanan, hampir saja Rendy melakukan tindakan kekerasan pada sang kakak, karena rasa kesalnya, melihat pesan percakapan Tasya dengan seorang lelaki.
Dimana percakapan itu, menunjukkan bahwa Tasya menyuruh lelaki itu untuk membuat Tari menderita.
Ceklek.
Hampir saja tangan kanan melayang pada pipi kiri sang kakak, pintu kamar Rendy mengeluarkan suara, dimana pintu itu terbuka lebar, sosok Tari kini keluar dengan jalan sempoyongan. " Dimana saya."
Kedua matanya mulai menatap ke arah jalanan, ia melihat tembok yang dirasa tak asing bagi dirinya saat itu.
Tangan kanan Tari perlahan memegang kepala yang terasa berdenyut, ia berusaha berjalan, melangkahkan kaki perlahan demi perlahan dengan tangan kanan memegang tembok.
"Tolong." Tari merasa dirinya sedang di sekap, makanya ia berteriak meminta tolong, memohon bantuan pada orang yang mendengar teriakannya saat itu.
"Tolong."
Terdengar lagi, pada kedua telinga Rendy dan juga Tasya, perminta tolong yang dilayangkan wanita itu, " ahk. Kepala saya sakit sekali. " Mencekram kepala.
Berusaha sekuat tenaga berjalan lagi, sampai Tari terjatuh mengenai atas lantai. Brak ....
Tangan kiri menyenggol sebuah Vas bunga, hingga pecah dan berserakan di atas lantai.
Tari berusaha berdiri kembali, tatapannya terlihat buram, sampai ia susah sekali melihat jalanan yang ia lalui.
Rendy bukan tak ingin menolong Tari, ia berusaha melihat dari kejauhan, takut jika mendekat Tari malah syok dan lari, yang malah membuat tubuhnya semakin drop.
"Tolong."
Sudah berulang kali, sampai Tari kembali pingsan dengan darah yang keluar dari kakinya.
Rendy menatap ke arah Tasya yang masih berdiri dengan penuh keraguan. Menunjuk kakaknya itu." Setelah aku membantu Tari, aku akan menghampiri kakak lagi da…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 50
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments