Setelah selesai memakan makanan yang dibawa oleh Ainun, aku mulai merapikan meja.
"Mas, biar aku saja. "
"Nggak papa biar aku saja. "
Aku dan Ainun saling menarik piring satu sama lain, sampai Tari datang dihadapanku. " Hem, Kenapa tidak langsung dipecahin saja."
Ainun seketika melepaskan piringnya, ia tersenyum kecil, mengambil piring yang lain di atas meja.
Plak.
Piring kotor yang ia ambil di atas meja, tiba-tiba saja ia pukulkan pada kepala Tari. " Oh, ternyata tidak pecah, berarti kurang keras. "
Tari terkejut dengan apa yang dilakukan Ainun, membuat ia menghentikan tangan wanita yang ada di hadapannya. " Stop. "
Piring kotor yang berada di genggaman Ainun, kini ia turunkan, " Kenapa?"
Tari yang terlihat kesal terhadap ibu dari anak anakku, kini berucap, " sebaiknya kamu cepat pergi dari sini?"
Aku melarang Ainun untuk pulang, " jangan. "
" Loh, kenapa pak. Kenapa anda larang Mbak Ainun pulang, dia itu cuma mantan istri anda, pak. "
Aku menatap ke arah Tari, menghentikan perkataannya yang asal berucap itu, " Ainun belum jadi mantan istri, dia masih sah istri pertamaku. "
" Bukannya anda mau menceraikan dia saat nanti di pengadilan?" tanya Tari terlihat begitu santai menanggapi semua perkataanku.
" Sekarang aku berubah pikiran. Aku tidak akan menceraikan Ainun!" Jawabku membuat Tari memegang lengan. " Kamu."
"Apa."
Wanita yang baru aku nikahi selama seminggu ini, malah membulatkan kedua mata, " anda mengingkari janji anda. "
Aku mencoba melepaskan tangan yang memegang lengan, " Sudahlah kamu jangan mengatakan hal itu, aku sudah tidak mau memilih kamu. Dari awal tak ada niat, untuk aku menikahi kamu Tari. "
Wanita berambut pendek itu seperti tak terima dengan apa yang aku katakan, ia menjambak hijab Ainun, menariknya, membawa Ainun keluar dari rumah.
"Bapak lihat ini, sebaiknya dia pergi saja dari rumah ini. "
Aku mencoba menghentikan aksi Tari yang menjambak hijab Ainun, " hentikan Tari, kamu tidak ada hak mengusir Ainun, dia masih istriku, kita belum re…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments