"Reza."
Aku mendengar suara ibu memanggil namaku," Pak, ibu anda masih sadarkan diri. "
Dengan sigap aku mulai memakai baju, untuk membawa ibu ke rumah sakit.
Masuk ke dalam mobil Tari, "Bu, maafkan Reza. "
Air mata, tak kusadari terus mengalir mengenai pipi. "Pak, yang tenang ya. "
Tari memegang tanganku, dimana aku menghempaskan tangan gadis itu dengan menjawab, " Bagaimana aku bisa tenang jika ibuku sekarang, masuk ke rumah sakit. "
"Saya tahu itu."
Entah setan apa yang merasuki pikiranku saat, sampai dimana aku membentak Tari habis habisan. " Kalau kamu tahu, kenapa kamu malah menggodaku tadi, kalau saja kita tidak bermain, mungkin ibu tidak akan seperti ini. "
"Loh, kok bapak nyalahin saya. " Tampak Tari membalas perkataanku dengan membentak balik.
"Jelas kamu yang terus menggodaku untuk melakukan hal tak pantas. "
"Kalau memang bapak tahu, apa yang kita lakukan hal tak pantas, lantas kenapa bapak begitu menikmatinya? Bapak ini jangan egois. "
Mengacak rambut dengan kasar, aku berusaha fokus pada jalanan.
" Iya aku tahu itu, tapi jika kamu tidak menggodaku terlebih dahulu, semua ini tidak akan terjadi kamu tahu itu. "
Tari seperti tak ingin kalah denganku, " Reza."
"Ibu."
Berusaha menghentikan perdebatan kami berdua fokus mengantarkan ibu ke rumah sakit.
Setelah sampai, aku mulai berteriak memanggil para perawat dan yang lainnya agar datang membantu ibuku.
Mereka semua dengan sigap membawa ibu, dimana hatiku penuh rasa takut.
Duduk dengan perasaan gelisah, Tari kini mendekat ke arahku. " Pak Reza. "
Aku mulai berdiri, menghindari Tari. Dimana hatiku kesal padanya, " Pak Reza, kenapa sikap anda berubah. "
"karena kamu ibu saya, masuk ke rumah sakit."
Tari seakan tak menerima, ia membentakku di depan orang orang banyak, " Pak, anda masih menyalahkan saya. Anda benar benar egois. "
Aku mengusap pelan daguku," saya berkata benar, jadi jangan bilang jika saya egois. "
Aku dan Tari, kembali berdebat masalah ibu masuk ke rumah sakit. " Saya menyesal telah mengen…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments