(Pak, anda gila ya. Kenapa anda mengatakan jika saya ini wanita murahan.)
Sudah aku duga, jika Tari akan marah besar padaku. (Tari, saya tidak berniat mengatakan hal itu.)
Denis yang berada di sampingku terus menarik baju, ia mengajak untuk bermain, namun aku yang sibuk mengabaikan Denis.
"Papah, ayo main."
"Sebentar dulu ya, nak. kamu main saja dulu sendiri. "
Tanpa aku sadari, ternyata Denis berani pergi sendirian. Walau aku hanya menatapnya sekilas.
Pesan terkirim, namun tak ada balasan sama sekali dari Tari, " Ahk, ini semua gara gara si Ainun. "
Hingga beberapa menit datang lagi pesan dari Tari. Aku mengira jika ia tak akan membalas lagi atau langsung memblokir nomorku.
(Tak berniat, apa memang bapak ingin menjatuhkan harga diri saya sebagai wanita.)
(Bukan begitu, saya benar benar tak ada niat sama sekali berkata seperti itu, yang mengatakan hal itu adalah istri saya.)
(Ahk, bapak bisa saja mengeles.)
Aku menggerutu kesal, dimana Denis tiba tiba sudah tak ada disampingku. " Loh, Denis, kemana anak itu. "
Padahal baru saja anak itu menangis, membuat aku memarkirkan motor sementara waktu, anak pertamaku sudah hilang begitu saja.
Tring, satu pesan datang lagi dari Tari, aku hanya menatapnya sekilas. Mengabaikan dan tidak membalas lagi.
" Denis. "
Aku mulai berteriak, memanggil nama anakku. Membuat kepalaku semakin pusing setelah masalah bersama Tari belum juga selesai. Sekarang Denis malah hilang.
"Bagaimana nanti jadinya kalau aku pulang tidak membawa Denis, Ainun pasti marah besar. "
Menatap jarum jam, masih menunjukkan pukul sepuluh, aku mulai berjalan bertanya pada orang orang yang sedang duduk santai di taman.
Setiap kali menanyakan kepada orang orang, mereka sama sekali tak melihat keberadaan Denis. " Kemana kamu, nak. BODOH, papah terlalu mengandalkan emosi, "
(Ainun.)
Mencoba menelepon istriku dengan harapan jika ia langsung mengangkatnya saat itu juga. Karena pesan yang aku kirim belum juga ia baca.
"Halo, mas. Ada apa?"
"Ainun." Menghela n…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments