Suster kembali duduk, di samping Tari, salah satu dari mereka yang diperlakukan tidak baik oleh Tari, kini merogoh saku celana, memperlihatkan sebuah lembaran kertas pada Tari.
"Ini." Menyodorkan dengan wajah terlihat senang.
Tari kini mengambil kertas itu, ia melihat isi dari kertas yang diberikan oleh suster.
"Apa ini. "
Ketiga suster itu berucap, " baca dong, jangan hanya dilihat saja. "
Rasa penasaran menggebu hati Tari, perlahan demi perlahan Ia membaca isi dari kertas itu. Setelah membaca isi dari kertas yang diberikan suster untuknya. Kedua mata Tari membulat, ia tak menyangka dengan apa yang dituliskan oleh suster di rumah sakit pada lembar kertas peringatan.
Kedua pipi memerah, menunjukkan jika Tari sudah gerah dan emosi ya tak terkendali lagi.
"Kalian ini gila ya, bisa-bisanya menuliskan sebuah keterangan bahwa aku ini gila. "
Tari membentak ketiga Suster itu, ketiganya tak perduli dengan amarah yang terlontar dari mulut
Tari, mereka puas dengan apa yang mereka lakukan, karena Tari memang pantas diberi pelajaran seperti itu.
"Sudahlah anda tak harus marah-marah seperti itu, ini semua pelajaran untuk anda yang memang tidak bisa menghargai seorang suster dan pekerja di rumah sakit ini. Seharusnya anda itu berpikir dengan jernih jangan sombong kalau jadi pasien. "
Tari melipatkan kedua tangannya, ia hanya bisa duduk di rajang tempat tidur, dimana para suster itu masih mengelilinginya.
"Mana mungkin saya bisa berpikir jernih, jika suster seperti kalian ini. Tidak becus bekerja. "
Salah satu dari ketiga Suster itu sebenarnya tak bisa menahan amarah, ingin sekali mencekik leher Tari yang asal bicara.
"Kenapa, kalian kesal pada saya. "
Tari malah sengaja membentak, ketiganya lagi, ia seakan tak ada rasa takut sedikitpun dari acaman ketiga suster dihadapannya.
"Anda bisa tidak menurunkan nada bicara anda itu. Jangan membentak kami terus menerus. "
"Owh, rasanya tak bisa. "
*******
Sudah habis kesabaran ketiga suster itu pada Tari, salah satu dari mereka menc…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments