"Baiklah, saya akan bertanggung jawab. "
Menatap ke arah Tari, ia tersenyum. Memperlihatkan jempol tangannya. Jebakannya yang dibuat Tari, membuat aku tak bisa berkutik, ia begitu jago dan hebat dalam membuat jebakan. Sampai aku terjerumus ke dalamnya.
"Ahk, apes sekali hidupku saat ini. " Gumam hatiku.
Semalam aku tak tidur, perasaan tak tenang, dimana aku ditahan di desa. Berulang kali meminta pengertian pada mereka. Untuk meminta izin pulang. Tapi mereka tak mengizinkanku dengan alasan takut aku kabur dan tak menikahi Tari.
Padahal semua identitasku sudah ada di tangan kepala desa, tetap saja. Aku seperti tahanan yang tak boleh pergi kemana mana.
Suara ponsel berbunyi, aku mencoba melihat siapa yang menghubungiku saat ini. " Pihak rumah sakit. "
Menatap jarum jam, masih pukul tiga malam. Ada apa pihak rumah sakit menelepon, apa terjadi sesuatu dengan ibu?"
Aku merasa gelisah saat ini, terutama pihak rumah sakit tiba tiba saja menelepon.
Dengan penuh rasa gelisah, mengangkat panggilan dari pihak rumah sakit.
"Halo."
"Halo, Pak Reza. kami ingin memberi tahu keadaan ibu bapak. "
Aku yang panik, kini memotong pembicaraan suster di rumah sakit, " Kenapa dengan keadaan ibu saya. "
Perasaanku benar benar tak karuan, hati dan pikiran tak tenang, semua orang terlihat tertidur dengan penuh rasa nyaman.
"Ibu anda kritis. "
Mendengar kenyataan itu, membuat aku terkejut. " Ibu kritis, kenapa bisa sus. "
"Ibu anda mengamuk dan memberontak, kami berusaha menenangkan tapi tekanan darahnya malah naik, membuat kondisi ibu anda tak stabil. Sampai sekarang tak sadarkan diri. "
Aku mengusap kasar wajahku, rasanya ingin berlari menaiki motor, untuk segera menemui ibu di rumah sakit. Semua gara gara Tari, karena dia aku tak bisa melihat ibu sekarang.
Tak tenang, aku bangkit dari tempat dudukku, mengambil kunci motor, disaat orang orang lengah.
Saat itulah aku mulai pergi, berusaha tak membangunkan mereka yang tertidur, perlahan demi perlahan, pada akhirnya. Aku sampai di pin…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments
Siti Alfiah
susahlah klo perempuan sudah teropsesi dan ambisi dapat menghalalkan segala cara,cinta tdk,nafsu iya.semoga reza dapat dng segera berfikir dng jernih.cepat sadar.lanjutkan thorrr.
2023-06-16
0