Sedangkan di dalam penjara, Tari masih menunggu kepastian, tak ada jawaban sama sekali dari Ainun dan juga Reza.
Memegang juriji besi berwarna hitam dengan kedua tangan, Tari meremas jeruji besi itu menahan rasa kesal. Karena dirinya harus membekam di dalam penjara.
Kenapa bisa ia masuk lagi ke masa lalu, dan membekam di dalam penjara.
Sampai. Ahkkkk.
Tari mengusap wajahnya, ia baru sadar jika dirinya masih berada di rumah sakit, menatap ruangan ke sana ke mari, pikiran sudah tak menentu.
Memegang dada bidang terasa sesak, Tari tetap menenangkan diri dengan menghela napas dan mengeluarkannya beberapa kali.
"Tari. Sadarlah. " Memegang kepala dengan kedua tangan, " ahk, gara gara mimpi masuk ke dalam penjara, sekarang aku tak bisa tidur lagi. "
Nada bicara yang formal kini berubah secara tiba tiba, terlihat jika wanita itu terlalu memikirkan kehidupannya untuk kedepannya.
"Bagaimana kehidupanku nantinya?"
Tari ingin sekali berteriak sebisa mungkin, meluapkan semua kekesalannya. " Ahk, bagaimana bisa aku memikirkan penderitaanku saat ini. "
Menghela napas beberapa kali, berusaha tetap tenang.
Beberapa suster sedang memperhatikan Tari, dimana mereka saling berbisik dengan membicarakan Tari.
"Kamu lihat wanita stress itu?"
Salah satu telunjuk tangan suster menunjuk pada Tari, ia nampak tak suka dan kesal jika melihat Tari.
"Oh, dia?" Tawa dilayangkan salah satu suster.
"Ya siapa lagi, hanya dia yang stres di rumah sakit ini!" Balas sang suster, menepuk pundak salah satu temannya yang sedikit terdengar polos saat bicara.
"Mm, nggak heran sih dia di sebut stres, toh bikin suster di sini kesal." Melipatkan kedua tangan menilai Tari dengan seenaknya.
Tari perlahan menatap ke arah jendela luar ruanganya, ia melihat para suster sedang menggobrol tertawa sedikit menatap ke arahnya sekilas. Seperti sedang menceritakan kejelekannya.
Apalagi tawa mereka begitu renyah. " Kenapa aku melihat jika mereka sedang membicarakan kejelekanku. "
Menghela napas, Tari berusaha…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments