Kedatangan ibu membuat aku senang, dimana ia banyak sekali membantu di rumah, menyuapi si kembar, membereskan rumah. Memasak untuk makan malam. Hah, walau ada rasa jengkel saat mendengar ucapan ibu yang terus menasehatiku.
Tok …. Tok ….
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, aku mulai membuka pintu rumah.
Dimana Ainun pulang dengan raut wajah juteknya, " Siapkan aku makanan, aku lapar. "
Perkataan -nya sama persis seperti yang selalu aku katakan padanya dari dulu.
"Kenapa?"
Aku memalingkan wajah, berusaha tidak terpancing emosi. " Iya. "
Ainun melihat ke sekeliling rumah, mengecek semua pekerjaanku. " Jadi gimana, hem, pekerjaanku bereskan. " Melipatkan kedua tangan, menyombongkan diri di depannya, Ainun mengangkat alis tak berucap satu patah kata pun.
"Tadi, ibu menelepon padaku?"
Mendengar perkataan Ainun membuat aku menjawab, " Terus apa katanya!"
"Ibu suruh batalkan peran kita. "
Mendengar perkataan itu membuat aku senang dan bersemangat, " Lalu kamu jawab apa pada ibu. "
Ainun tersenyum tipis, ia berjalan ke arah dapur, duduk di atas kursi dengan menjawab, " Aku tidak mau, karena kamu sudah tanda tangan kontrak pertukaran peran selama tiga bulan menjadi Irt dan aku menjadi pekerja. "
"Apa?"
Aku kira Ainun akan mengatakan pada ibu untuk mengakhir tukar peran ini, tapi nyatanya aku salah menduga.
Ainun menatap ke arahku dengan wajah juteknya, " Kenapa, kamu seperti syok gitu. Mm, atau jangan jangan kamu menyerah. "
"Ah ,..."
Belum berucap satu patah kata pun, Ainun
Kembali berucap, " Kamu tahu sendirikan di atas berkas berwarna biru itu, jika salah satu dari kita ada yang menyerah. Harus bayar denda dua M. "
"Meliar, hah. Dari mana ada perjanjian seperti itu?"
Ainun malah tertawa melihat raut wajahku yang syok dan tak percaya. Dimana ia mengambil berkas biru, menunjuk tulisan perjanjian yang dibuat olehnya.
"Kamu lihat ini, mas?"
Aku menatap ke arah wajahnya, dimana ia tersenyum bahagia, disaat aku menderita.
"Baca dulu makanya mas, sebelum menandat…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments