"Pak Reza. "
Tari terus memanggilku, dimana aku berjalan gontai dengan tubuhku yang terasa lemas.
Mendengar suara anak anak, masih mengerjai Tari.
"Pak Reza, jangan gila anda."
Tari terus mengatakan jika aku ini gila, jelas dia sendiri yang ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi seorang istri sekaligus ibu.
Namun buktinya, hah. Tetap saja dia sendiri yang repot, sekarang Tari menanggung akibatnya.
Tring.
Ponsel kembali berbunyi, saat aku duduk di atas ranjang tempat tidur. Mengambil layar ponsel, aku melihat pesan datang dari Ainun.
(Bagaimana dengan anak anak, mas. Apa mereka baik baik saja?)
Sebagai seorang ibu yang tak bisa jauh dari anaknya, Ainun pasti kuatir. (Kamu tenang saja, Ai. Anak kita sedang di urus oleh Tari.)
(Syukurlah, mas. Aku kuatir dengan Kayla dan Kania. Apalagi Denis, kamu tahu sendirikan mereka kayak gimana.)
(Masalah itu, Tari bisa mengatasinya, kamu jangan kuatir.)
(Syukurlah kalau begitu.)
Sebenarnya aku ingin berbincang dengan Ainun, bercanda bergurai. Menceritakan yang dulu pernah diceritakan.
Namun semua tak mungkin, karena Ainun pastinya merasa risih.
Mengurungkan niat untuk kembali tidur, teriakan Tari kembali lagi terdengar, kini ia menangis kesakitan.
Aku mulai membangunkan tubuhku, melihat jam kembali, sudah menunjukkan pukul lima pagi.
Mengusap ngusap kedua mata, keluar dari kamar, rumah begitu berantakan sekali.
"Kenapa bisa jadi seperti ini, Tari. "
Wanita itu datang dengan penampakan yang tak terduga, rambut benar benar terlihat berantakan sekali, membuat aku menghampirinya.
"kemana anak anak?"
Tari kini memukul wajahku, " Anda lihat. "
Menatap ke arah samping Tari, aku tersenyum senang. Anakku sedang terlelap tidur, terlihat begitu nyenyak.
"Mereka tidur. "
Tari memalingkan wajah ia masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya.
Aku berjalan ke kamar mandi, untuk segera mandi dan mejalankan kewajibanku.
"Segar."
Berjalan kembali, rumah masih terlihat berantakan, aku duduk di atas kursi dekat dengan meja…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments
Siti Alfiah
orang yg selalu menyepelekan orang lain tanpa bukti melihat dng mata kepala sendiri akan menyesali.lanjutkan thorrr
2023-06-22
0