Aku menghempaskan tangan gadis itu, berjalan cepat menjauh dari hadapan Tari, sekarang yang aku ingat hanyalah, ketiga anak-anakku.
Aku tiba-tiba saja merindukan mereka, setelah mendengar suara lembut ketiga anak-anakku.
Mereka terus berdebat dan bertanya," Papah mana, "
Hatiku tersentuh, sampai melupakan hasrat yang menggebu dalam otakku saat ini. " Kayla dan Kania. Papah datang nak. "
Saat langkah kaki sampai di depan pintu, tiba dimana Tari menahanku," Jangan pergi kamu mas." Ia malah berdiri di ambang pintu, menutupi jalanku. Membuat aku berusaha mendorong tubuhnya.
" Menyingkir kamu. "
Namun Tari malah sengaja, ia memegang kedua sisi pintu, " Tari. "
Gadis itu malah tersenyum, tubuh yang ia tutupi dengan handuk. Tiba tiba ia buka begitu saja, membuat pemandangan yang tak biasa.
"Ayolah pak, anda tidak mau menikmatinya malam ini. "
Mengusap kasar wajah, beberapa kali aku menelan ludah, " Pak Reza. "
Tangan mulus itu perlahan memegang bibirku, Tari semakin mendekat. Membuat aku mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh.
Brakk ….
Tubuh Tari mengenai meja, membuat sebuah benturan kecil terdengar saat itu. " Pak Reza, ahk. Pinggang saya. "
Ceklek.
Membuka pintu, aku bergegas pergi dari hadapan Tari.
Namun betapa bodohnya aku, kunci masih ada ditas Tari, dengan terpaksa turun untuk mengambil kunci motor.
Masuk kembali ke dalam rumah gadis itu, tiba tiba. Brukk. " Ahk. "
Satu pukulan mengenai bahuku, membuat penglihatanku buram seketika, kepala berdenyut cukup lumayan keras. Membuat aku tak bisa menyeimbangi tubuh untuk berdiri tegak. Samar samar, aku melihat Tari memegang sebuah kayu cukup lumayan besar, sampai dimana.
Semua penglihatanku gelap gulita.
*******
Entah dari kapan aku tertidur dan sudah ada di ranjang Tari, melirik ke arah jam di dinding. Sudah menunjukkan pukul Dua belas malam, " Ternyata sudah malam. Aku harus pulang. "
" Mau kemana pak?"
Sosok Tari berdiri di depan mata, " Kamu, pasti ini ulahmu!"
"Kenapa bapak menyalahkan saya?"
Punggung te…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments
Siti Alfiah
ohhhhhh benar aja wanita ular,pelakor,reza"awas kamu nanti menyesal,penyesalan datang terlambat,klo awal pendaftaran,makin seru aja thorrr lanjutkan thorrr salam sehat selalu.
2023-06-14
0