"Kenapa tidak bisa hah, cepat. "
Reza perlahan menidurkan Denis di atas sofa. Ia mengambil kunci dari tangan sosok yang mulai ia sebut namanya.
"Andre."
Lelaki berkumis tipis itu tersenyum lebar, " Kakakku yang tampan. "
"Cihh, jangan pernah panggil aku kakak."
Membuang ludah dihadapan Reza.
Andre mendekat, tangan yang terlihat berurat itu menepuk bahu Reza, " masih saja kamu tak menerima aku sebagai adikmu. "
Melepaskan tangan Andre, Reza sedikit menghindar. " Aku sudah peringatkan kamu dari tadi, cepat pergi dari sini. "
Reza mengusir sang adik, menujuk jari tangan pada pintu rumah. " Kenapa diam saja, ayo pergi dari sini. "
Perkataan Reza membuat Andre mengepalkan kedua tangan, kesal tak suka akan bicara sang kakak.
"Baiklah, aku pergi. "
"Silahkan."
Andre pulang dengan wajah merah, seperti udang rebus. Terlihat kemarahan memancar pada sorot matanya, " Andre. "
Membalikkan badan, menatap ke arah Reza, " kenapa?"
"Tolong, jangan pernah menginjakkan kaki kesini lagi!"
Kesal mendengar hal itu, Andre mulai menarik pintu rumah, namun Reza dengan sigap menahan pintu rumahnya.
"Jangan menutup pintu rumah orang sembarangan. "
Andre memukul pintu rumah dengan keras, membulatkan kedua mata, mendekat pada sang kakak. " Baik kakak. "
Tangan kekar itu kini menjambak kerah baju Andre, " sialan kamu, sudah aku peringatkan beberapa kali. Jangan panggil aku kakak. "
Andre malah melepaskan tangan Reza, menggenggam tangan begitu erat. " kamu harusnya sadar Reza, bagaimana pun. Kita masih sedarah walau beda seorang ibu."
"Sialan, jangan selalu mengatakan hal itu. "
Menghela napas, Reza berusaha mengendalikan emosinya agar tetap setabil.
"Reza, kenapa kamu dari dulu tak pernah menerima aku sebagai adikmu?"
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah sudi menerima kamu sebagai adikku, walau kita masih ada hubungan darah dari bapak kita. "
Reza dengan beraninya, menarik tangan sang adik, untuk jauh dari hadapannya.
"Santai saja dulu Reza, tak perlu kamu mengusir adikmu ini. "
"Ja…
Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments