Napas Rosie putus-putus, seolah paru-parunya sedang dipaksa bekerja lembur tanpa bonus kompensasi. Kain jarik yang melilit kakinya benar-benar menjadi musuh terbesar dalam pelarian pagi ini.
Setiap langkahnya tertahan oleh potongan kain yang sempit, membuatnya harus mengangkat kain itu sedikit ke atas, agar jalannya lebih leluasa. Namun, rasa penasaran untuk melihat ujung dunia ini mengalahkan rasa sesak di dadanya.
Sepanjang jalan setapak yang berdebu, Rosie berpapasan dengan beberapa orang yang sedang beraktivitas. Dia segera menyadari satu hal penting mengenai kasta.
Rakyat biasa yang dia temui mengenakan kain lurik kasar dengan warna-warna kusam seperti cokelat kayu atau abu-abu yang sudah pudar. Pakaian mereka tampak sangat sederhana dibandingkan dengan apa yang dia kenakan sekarang.
Meskipun yang dipakai Rosie hanyalah pakaian sehari-hari untuk berada di dalam Kediaman Jati Jajar, bahan katun merah bata miliknya terlihat jauh lebih halus dan mahal di bawah terik matahari. Motif garis-garis sederhana pada jariknya masih memancarkan kesan kemewahan yang tidak dimiliki oleh warga kelas bawah.
Dia merasa seperti lampion merah yang menyala di tengah kerumunan orang-orang yang berpakaian kusam.
Warga yang dia temui sangat beragam. Ada lelaki tua yang memikul sekeranjang sayuran, hingga wanita muda yang menggendong bakul besar di punggungnya.
Anak-anak kecil berlarian tanpa alas kaki, hanya mengenakan kain ikat pinggang sederhana untuk menutupi bagian bawah tubuh mereka. Rambut mereka yang berantakan terkena debu jalanan memberikan kesan kehidupan yang keras.
Langkah kaki Rosie akhirnya membawanya ke tepian Sungai Amerta yang legendaris. Di seberang sana, pemandangan terlihat jauh lebih hidup dan ramai.
Dia bisa melihat kerumunan orang yang sedang bertransaksi di pasar, di mana aroma tajam cengkeh dan kayu manis tercium hingga ke sini. Di tepian sungai, belasan perempuan sedang sibuk beraktivitas, ada yang mandi, tapi lebih banyak yang mencuci pakaian di atas beb…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Pusaran Air dan Sindiran Tajam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
Irmha febyollah
lah kata nya org modern. kn bisa pelan2 keluar bukan kayak org gila.
2026-02-19
1
Aiko Yuki
walah
2026-06-16
0
halah! julid amat!
2026-02-15
4