Tempat ini bukan sekadar pasar, melainkan jantung ekonomi Indraloka yang tersembunyi di balik tembok lapis kedua istana. Wangi minyak atsiri yang mahal, aroma kayu manis yang tajam, hingga desau gesekan kain sutra yang sangat halus berpadu di udara.
Tidak ada teriakan pedagang seperti di pasar rakyat. Di sini, transaksi dilakukan dengan bisikan tenang, anggukan kepala yang diperhitungkan, dan denting keping Kirana-Aruna yang jatuh di atas piringan timbangan emas.
Rosie melangkah menyusuri lorong pasar yang berlantai batu pualam, didampingi oleh Citra dan Putih. Di setiap sisi lorong, paviliun-paviliun kecil milik para saudagar perwakilan berdiri dengan megah, memamerkan sampel barang dagangan terbaik mereka di atas meja kayu hitam yang dilapisi kain beludru merah.
"Jangan jauh-jauh dari Ibu, Putih. Tempat ini sangat berbeda dari pasar di luar sana," bisik Citra sembari merapatkan selendangnya.
Matanya menatap waspada pada para pejabat istana yang berlalu-lalang dengan daftar catatan di tangan mereka.
Putih hanya mengangguk kecil, matanya terus berpindah dari satu etalase perhiasan ke etalase lainnya. "Lihat itu, Kakak. Kilauan perhiasan dari wilayah selatan sungguh luar biasa. Jika aku memakainya di perjamuan nanti, dia akan menggertakkan giginya sepanjang perjamuan."
Rosie mengembuskan napas panjang. Dia tidak memedulikan perhiasan. Matanya justru tertuju pada Paviliun Adiwangsa yang terletak di titik paling strategis distrik tersebut.
Bangunan itu tidak terlalu besar, tapi seluruh strukturnya terbuat dari kayu jati hitam dengan ukiran emas murni berbentuk matahari yang sedang terbit. Di depannya, tidak ada barang yang dipajang secara mencolok.
Hanya ada satu piringan perak berisi segenggam lada hitam yang kilaunya menyerupai batu permata.
"Itu adalah Paviliun Surya," jelas Abimanyu terdengar dari belakang, membuat Rosie sedikit tersentak.
Pria itu berjalan dengan tangan yang terselip di balik jubah birunya. Senyum isengnya masih ada, matanya menatap paviliun hitam…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Siasat di Balik Kilau Emas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
😍keren dong
2026-04-08
0