Abimanyu berdiri di selasar, tangannya sesekali mengusap ikat pinggang rajutan pemberian Putih yang kini melingkar di pinggangnya. Tekstur benangnya yang kasar tapi kuat memberikan sensasi nyata tentang ketelatenan pembuatnya.
Pikirannya masih dipenuhi oleh barisan angka audit yang diberikan Rosie tadi siang, tapi suasana tenang di paviliun ini perlahan mulai mengikis ketegangannya.
Langkah kaki yang sangat ringan terdengar mendekat. Tanpa menoleh pun, Abimanyu sudah mengenali aroma melati yang selalu mengikuti kehadiran putri bungsu keluarga itu. Putih muncul dengan langkah anggun, kepalanya sedikit menunduk seolah malu untuk menyapa.
"Tuan Wijaya masih terjaga rupanya," ucap Putih dengan suara yang lembut.
Abimanyu menoleh dan memberikan senyum tipis. "Udara sore ini terlalu sayang untuk dilewatkan di dalam kamar, Nona Putih. Lagipula, ikat pinggang ini sangat nyaman digunakan. Terima kasih sekali lagi."
Putih mendongak, matanya berbinar saat melihat hadiahnya dikenakan oleh pria di depannya. "Saya sangat senang jika Tuan menyukainya. Saya sempat khawatir rajutan itu terlalu sederhana untuk pria sehebat Tuan yang berasal dari pusat."
"Pusat adalah tempat yang bising, Nona. Hal-hal sederhana seperti ini justru jarang ditemukan di sana," jawab Abimanyu, tatapannya menerawang jauh ke arah langit yang mulai menggelap.
Putih melangkah setapak lebih dekat, jemarinya memilin ujung selendangnya. "Bicara soal pusat, saya sering membayangkan seperti apa kehidupan Tuan di sana. Tuan adalah utusan yang sangat cakap, pasti Tuan mengabdi pada seseorang yang sangat luar biasa."
Abimanyu hanya mengangguk pelan tanpa memberikan rincian.
"Apakah atasan Tuan di istana sana adalah orang yang sangat tegas?" tanya Putih dengan nada yang penuh rasa ingin tahu yang polos. "Atau mungkin Tuan memiliki seorang kakak di sana yang selalu membimbing Tuan?"
"Saya memiliki seorang kakak," jawab Abimanyu singkat. Bayangan Ararya, sang Pangeran Mahkota yang memikul beban berat kerajaan, melintas d…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Jaring Halus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
kepo. ah kamu!
2026-04-08
0