Rosie tidak bisa tidur nyenyak. Sejak fajar menyingsing, dadanya berdegup tidak beraturan, sebuah alarm alami dari jiwanya yang sudah terlatih menghadapi tenggat waktu dan sabotase kantor di kehidupan sebelumnya.
Sepanjang malam dia berpikir, kira-kira Tuan Mahesa bakalan ngebales aku kayak gimana ya?
Udara terasa sangat lembap, jenis kelembapan yang biasanya membuat para pedagang rempah langsung sakit kepala karena memikirkan kondisi barang dagangan mereka.
"Jaka, Wira, cepat sedikit," bisik Rosie sembari mempercepat langkahnya menyusuri jalan setapak berbatu menuju area gudang.
"Nona, tenanglah. Segel gudang kita kuat, tidak mungkin ada yang berani macam-macam di wilayah istana," sahut Jaka, meski dia juga tampak waspada sembari memegang gagang golok di pinggangnya.
Rosie tidak menyahut. Logikanya berkata lain. Setelah dia mempermalukan Mahesa kemarin, tidak mungkin pria buncit itu hanya diam meratapi nasib di paviliunnya.
Begitu mereka sampai di tikungan terakhir yang menghadap langsung ke pintu gudang Jati Jajar, Rosie mendadak berhenti. Langkah kaki Jaka dan Wira hampir saja menabrak punggungnya.
"Waduh, Nona, mengapa berhenti mendadak?" tanya Wira bingung.
Rosie tidak menjawab. Matanya menyipit, menatap pemandangan di depan gudangnya yang sangat tidak biasa. Empat orang prajurit istana dengan baju zirah perak yang berkilau tertimpa cahaya pagi berdiri tegak di depan pintu gudang.
Mereka memegang tombak dengan posisi siaga, wajah mereka kaku seperti patung batu. Tidak hanya itu, dua prajurit lain tampak sedang berpatroli di sisi ventilasi belakang yang semalam sempat menjadi target Mahesa.
"Nona Merah, sepertinya kita dalam masalah," bisik Jaka, wajahnya mendadak pucat. "Apakah istana menyita barang kita?"
"Menyita? Atas dasar apa?" Rosie bergumam, hatinya diliputi rasa bingung sekaligus waspada. "Ayo maju, kita cari tahu ada apa sebenarnya."
Begitu mereka mendekat, salah satu prajurit langsung menyilangkan tombaknya, menghalangi jalan. "Berhenti! Area ini dala…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Dalam Pengawasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
tetep harus waspada
2026-04-08
0