Ararya menarik napas panjang, lalu perlahan melepaskan pegangan tangannya pada jemari Rosie. Dia berdehem pelan, seolah-olah baru saja menyadari bahwa tindakannya terlalu jauh melampaui batas formalitas seorang pangeran.
Pria itu bangkit berdiri dengan gerakan yang kaku, merapikan kembali kain beskapnya yang sedikit kusut karena posisi berlutut tadi. Wajahnya kembali mengeras, sedingin pualam di bawah kakinya, seolah-olah binar lembut di matanya beberapa detik lalu hanyalah tipuan cahaya bulan.
"Lupakan saja. Logikamu memang sering tertahan jika menyangkut hal-hal yang tidak ada di dalam buku pemeriksaan," tukas Ararya dengan nada bicara yang kembali datar dan menusuk.
Dia memalingkan wajah ke arah air mancur, menyembunyikan telinganya yang sebenarnya sedikit memerah.
Rosie mengerjapkan mata, merasa seolah baru saja disiram air dingin tepat setelah merasakan kehangatan yang tidak biasa. Dia segera menghapus jejak emosi di sudut matanya dengan punggung tangan.
"Benar juga. Rasanya memang tidak logis melihat seorang Pangeran Indraloka berlutut di depan wanita yang bajunya berantakan dan berbau teh basi," sahut Rosie dengan nada yang sengaja dibuat ketus. Dia mencoba berdiri, meski rasa perih di pahanya masih sedikit berdenyut.
"Duduklah. Jangan sok kuat," perintah Ararya tanpa menoleh.
Dia masih berdiri memunggungi Rosie, kedua tangannya tertaut di belakang punggung dengan sangat kaku.
"Saya sudah bilang saya tidak apa-apa, Pangeran! Lagi pula, saya tidak mau berhutang budi terlalu banyak pada orang sombong seperti Anda," protes Rosie sambil menyibakkan rambutnya yang berantakan ke belakang bahu.
Ararya membalikkan tubuhnya dengan cepat, menatap Rosie dengan alis yang bertaut.
"Berhutang budi? Kamu pikir aku melakukan ini agar kamu merasa berhutang padaku? Jangan terlalu percaya diri, Merah. Aku hanya tidak ingin laporanku besok terhambat karena pekerjaku sibuk mengerang kesakitan di pojokan kamar," sindir Ararya dengan nada meremehkan.
Rosie mendengus kencang, suaran…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Sentuhan yang Disangkal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments