Langkah kaki Rosie Camelia ketat beradu dengan lantai batu selasar luar Departemen Penegakan Hukum dan Keamanan. Sinar matahari pagi yang baru saja menyembul di balik benteng istana Indraloka memantulkan warna merah menyala dari selendang sutra yang dia kenakan. Di belakangnya, Abimanyu berjalan dengan kepala tegak, menjaga jarak dua tindakan sembari mengawasi pergerakan para prajurit yang berjaga di sepanjang koridor.
Dua orang prajurit bertubuh tegap dengan tombak panjang langsung menyilangkan senjata mereka di depan gerbang kayu jati setinggi tombak manusia.
"Berhenti, Nona Merah," tegur salah satu prajurit yang berkumis melintang dengan nada kaku. "Tuan Tumenggung Jayengrana tidak menerima kunjungan dari pihak paviliun tamu tanpa urusan kedinasan yang jelas."
Rosie tidak memundurkan langkahnya bahkan satu senti pun. Dia mengulas senyuman tipis, lalu mengeluarkan sebuah bungkusan kain beludru hitam dari balik lengan kebayanya yang longgar. Dia tidak membawa keranjang buah ranum atau kotak perhiasan mewah seperti yang biasa dibawa para pelobi istana untuk melunakkan hati sang tumenggung.
"Katakan pada Tuan Tumenggung, bahwa saya membawa dokumen pertanggungjawaban anggaran jembatan jalur barat yang baru saja ditandatangani oleh juru tulis Raden Sastro," ujar Rosie dengan suara yang sengaja dikeraskan agar terdengar sampai ke dalam ruangan.
Kedua prajurit itu saling lempar pandang sejenak. Mendengar kata anggaran jalur barat, mereka tahu betul bahwa itu adalah wilayah sensitif yang bisa membuat kepala departemen mereka mengamuk semalaman. Juru tombak itu akhirnya menarik kembali senjatanya.
"Tunggu di sini," perintah sang prajurit berkumis sebelum berbalik dan menyelinap ke balik pintu besar.
Tidak sampai hitungan ke seratus, pintu jati itu terbuka lebar. Prajurit tadi kembali muncul dengan membungkuk sedikit. "Tuan Tumenggung mengizinkan Anda masuk. Namun, Pangeran Abimanyu harus tetap tinggal di luar pelataran."
Sebelum Abimanyu sempat protes, Rosie menoleh ke ara…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Memancing Sang Tumenggung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments