Lantai Paviliun Prawira bersuara saat Larasati melangkah masuk dengan hentakan kaki yang tidak sabar.
Kebaya krem keemasan yang dia kenakan sejak upacara tadi terasa semakin menyesakkan, bukan karena ukurannya yang sempit, melainkan karena gejolak ambisi yang meledak-ledak di dalam dadanya.
Sulaman emas pada bagian dadanya berkilau tertimpa cahaya matahari sore yang menyelinap masuk melalui celah-celah jendela.
Dia segera menyambar kipas yang tergeletak di meja, menggerakkannya dengan cepat hingga menciptakan angin kecil yang menerbangkan aroma melati dari sanggulnya yang mulai sedikit longgar.
Di tengah ruangan, Tuan Baskara Prawira duduk dengan wajah yang jauh dari kata tenang. Tubuhnya yang tambun terbalut beskap cokelat berat dengan motif batik besar yang seharusnya memancarkan wibawa, tapi saat ini dia justru tampak seperti pria yang sedang memikul beban seluruh dunia.
Baskara berkali-kali memutar cincin zamrud besar di jarinya, sebuah kebiasaan yang hanya dia lakukan jika pikirannya sedang kacau balau.
“Ayah!” seru Larasati sembari melempar kipasnya ke atas meja hingga menimbulkan bunyi benturan yang keras. “Mengapa Ayah tidak memberitahuku mengenai Pangeran Abimanyu? Mengapa Ayah membiarkan aku menganggap dia hanya seorang pejabat rendahan bernama Wijaya?”
Baskara mendongak, matanya yang lelah menatap putrinya dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesabarannya yang sudah terkikis sejak di alun-alun tadi.
“Mana aku tahu, Larasati!” sahut Baskara dengan nada bicara yang meninggi. Dia berdiri dari kursi jatinya, lalu mulai berjalan mondar-mandir di ruang tengah paviliun. “Jika pangeran muda itu sendiri yang memilih untuk menyamar menjadi pejabat istana dan tidur di gudang-gudang kotor milik saudagar, bagaimana mungkin orang luar seperti aku bisa mengetahuinya?”
Larasati mendengus, dia melipat kedua tangannya di depan dada dengan raut wajah tidak puas. “Bagaimana mungkin Ayah tidak tahu? Ayah adalah s…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Siasat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
wkwkwk hayolohhh🤣
2026-04-08
0