Suara lonceng yang berdentang dari menara tengah istana menyisakan getaran rendah di udara malam Indraloka. Cahaya obor yang tertancap di sepanjang dinding batu mulai menyala satu per satu, memantulkan bayangan panjang yang menari di atas lantai marmer halus.
Rosie mengembuskan napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang mendadak tidak beraturan. Dia merapikan lipatan kain sutra merah di pinggangnya, memastikan tidak ada serat yang mencuat atau lipatan yang tidak simetris.
Di sampingnya, Putih tampak sangat berbeda. Adiknya itu berdiri dengan dagu terangkat, memoles senyum manis yang sudah dia latih di depan cermin selama satu jam terakhir.
"Ibu, apa rambutku sudah rapi?" tanya Putih dengan nada suara yang sengaja dilembutkan.
Citra mengerutkan alis, sembari merapikan selendang tipis yang melingkari bahunya. Wajah ibunya itu tampak tidak senang, mengingat kelakuan Putih tadi saat bersama Abimanyu.
Rosie yang lumayan peka, dia hanya menggelengkan kepala.
"Ibu, mengapa Ibu tidak menjawabku?" tanya Putih menatap citra dengan kebingungan.
"Kamu tidak cantik, sangat buruk rupa," jawab Citra tegas.
"Ibu!"
"Beraninya kamu membentakku!" Citra sedikit naik pitam.
"Ibu, Putih, tolong, berhenti ribut, kita harus jaga imej," ujar Rosie menengahi. "Aku udah siap, kalau kalian juga udah, ayo kita segera keluar."
Mereka mulai melangkah keluar dari Paviliun Timur. Di ujung lorong, sosok tinggi Abimanyu sudah menunggu dengan tangan terlipat di depan dada. Dia tidak mengenakan zirah lengkapnya, hanya jubah biru tua dengan sulaman perak di bagian kerah.
Meski penampilannya terlihat lebih santai, aura otoritas yang memancar dari dirinya tetap membuat para pelayan yang lewat menunduk dalam.
"Kalian sudah siap?" tanya Abimanyu saat mereka mendekat. Matanya sempat berhenti sejenak pada Rosie, menyisir penampilan wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang sulit dibaca.
"Apakah kami terlambat, Tuan?" Rosie balik bertanya. Dia tidak ingin terlihat terlalu a…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Di Bawah Lentera Istana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
🍃🌸sativa🌸🍃
jebbbbbbb ke jantung 🤭
2026-04-14
0
😍sedelapan
2026-04-08
0