Langkah kaki Larasati terasa sangat berat tatkala dia menyusuri pelataran belakang kediaman resmi Raden Sastro. Malam itu, dia tidak lagi mengenakan jubah sutra bersulam benang emas yang megah, melainkan selembar kain kebaya kusam berpola sederhana untuk menyamarkan penampilannya dari kejaran pandangan para pengawal kavaleri. Napasnya memburu pendek, sementara kedua belah tangannya mendekap sebuah peti kayu kecil berukir sulur tanaman dengan cengkeraman yang teramat erat.
Ketika dia sampai di ambang pintu samping, dua orang pengawal bertubuh kekar langsung menyilangkan tombak mereka, menutup jalur jalannya dengan tatapan mata yang dingin.
"Berhenti, Nona Larasati," tegur salah seorang pengawal dengan nada suara yang ketus dan tidak bersahabat. "Raden Sastro tidak menerima kunjungan dari keluarga terdakwa pengkhianat pada jam selarut ini. Silakan Anda kembali ke paviliun penahanan."
Air mata Larasati seketika mengenang di pelupuk matanya yang sembap. Dia langsung menjatuhkan lututnya ke atas lantai batu pelataran, bersimpuh dengan tubuh yang bergetar hebat di depan kedua penjaga tersebut. "Hamba mohon dengan sangat, Tuan. Izinkan hamba menghadap Raden Sastro sebentar saja. Nyawa keluarga hamba sedang dipertaruhkan malam ini."
Pintu geser kayu jati di belakang pengawal perlahan terbuka, menampilkan sosok Raden Sastro yang mengenakan beskap malam tanpa keris. Dia menatap gadis yang bersimpuh di atas lantai batu itu dengan sepasang alis yang bertaut erat, menunjukkan rasa tidak suka yang amat nyata atas kegaduhan di kediamannya.
"Biarkan dia masuk," perintah Raden Sastro dengan suara yang diredam, melambaikan tangan kepada para pengawal.
Larasati buru-buru bangkit berdiri, melangkah masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi oleh pendar temaram lampu minyak cendana. Begitu pintu kayu tertutup rapat kembali, dia langsung kembali bersimpuh di depan meja kerja Raden Sastro, menaruh peti kayu kecil yang sejak tadi dia dekap ke atas permukaan marmer.
"Tuan, hamba mohon kead…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Pertaruhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments