Aroma dupa cendana dan minyak melati yang pekat di dalam paviliun tidak mampu menutupi hawa dingin yang ditinggalkan oleh kemarahan Pangeran Abimanyu.
Ruangan itu kini terasa lebih sempit, bukan karena ukurannya, melainkan karena kehadiran belasan pelayan yang bergerak dalam koreografi yang sangat teratur dan menyesakkan.
Rosie tidak lagi berteriak. Dia duduk diam di atas kursi kayu jati berukir, membiarkan tubuhnya menjadi kanvas bagi ambisi orang lain. Matanya menatap kosong ke arah cermin perunggu yang kini memantulkan sosok yang hampir tidak dia kenali.
Pengeroyokan verbal dan fisik yang dia alami sejak tadi telah menguras energinya. Sekarang, dia berada di tahap akhir transformasi.
Seorang pelayan senior dengan jemari yang sedingin es menarik helai demi helai rambut hitam Rosie ke atas. Minyak urang-aring diusapkan dengan tekanan yang konsisten, membuat rambutnya tampak hitam mengilap terasa sangat berat.
"Lepaskan sedikit saja, Mbak. Ini sanggul atau mahkota beton? Leherku mau patah rasanya," gumam Rosie, mencoba menggerakkan bahunya yang kaku.
"Diamlah, Merah!" tegur Citra dengan nada tajam yang memotong udara.
Citra berdiri di belakang Rosie, menatap pantulan putrinya di cermin dengan binar ambisi yang haus. Tangannya mengusap bahu Rosie yang sudah terbalut kemben dasar, tapi sentuhan itu tidak terasa seperti kasih sayang seorang ibu.
Itu adalah sentuhan seorang kolektor yang baru saja memoles permata paling berharganya.
"Keanggunan itu memang menyakitkan. Kamu harus terbiasa dengan rasa sakit ini jika ingin tetap berada di atas. Lihatlah dirimu di cermin itu. Itulah wajah yang akan menyelamatkan posisi keluarga kita di Jati Jajar," lanjut Citra.
Suaranya rendah, penuh dengan ancaman yang terselubung.
Rosie hanya bisa mengeratkan pegangannya pada kursi. "Keluarga kita? Atau hanya ego Ibu saja? Ibu bangga padaku karena aku terlihat cantik, atau karena Ibu merasa posisi Ibu semakin aman di mata tokoh penting?"
"Jaga bicaramu!" bisik Citra. Dia membungkuk, waja…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Huru-hara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
wkwkwk kasiann😭
2026-04-08
0