Langkah kaki Rosie melambat tatkala mereka bertiga memasuki ruang kerja perbendaharaan yang sepi. Aroma minyak cendana dan tumpukan kertas tua menyambut kedatangan mereka.
Pangeran Ararya langsung menutup pintu kayu jati yang tebal, memastikan tidak ada langkah kaki pengawal atau pelayan yang menguping pembicaraan mereka. Dia berjalan mendekati meja kayu besar, lalu bersandar di tepiannya dengan guratan kekecewaan yang masih membekas jelas di dahi.
"Patih Wangsatama dan Raden Sastro tidak mungkin bergerak tanpa alasan," ujar Pangeran Ararya membuka suara, memecah keheningan ruangan dengan nada rendah yang berwibawa. Dia melipat kedua tangannya di dada. "Alasan mengenai mata-mata kerajaan musuh itu terlalu mendadak, namun dewan adat tidak memiliki pilihan selain mempercayainya untuk sementara waktu."
Rosie melangkah mendekati meja, meletakkan sisa berkas audit yang dia bawa ke atas permukaan kayu. Dia menatap Ararya dan Abimanyu bergantian dengan sepasang mata yang bergerak gelisah. "Bagaimana cara kita membuktikan bahwa mata-mata itu sebenarnya tidak ada? Yang ada di luar sana hanyalah dua orang laki-laki suruhan Tuan Mahesa. Mereka sengaja melakukan pengalihan isu."
Pangeran Abimanyu yang sejak tadi berdiri di dekat jendela besar berbalik perlahan. Dia menyunggingkan seulas senyuman miring yang khas, menatap Rosie dengan binar mata yang penuh arti. "Mengapa Anda mendadak bingung, Nona Merah? Bukankah pikiranmu selalu lebih baik dan lebih tajam dalam melihat celah tersembunyi seperti ini?"
Rosie tertegun sejenak mendengar perkataan Abimanyu. Dia mengatupkan bibirnya, membiarkan pikirannya berputar cepat merangkai setiap kejadian yang berantakan sejak pelaksanaan eksekusi ditunda di alun-alun tadi. Detik berikutnya, dia mengangguk perlahan tatkala sekeping teka-teki mendadak terjatuh tepat pada tempatnya di dalam kepala.
"Sekarang semuanya menjadi satu di dalam benakku dan aku mulai paham dengan arah permainan mereka," kata Rosie dengan nada suara yang berangsur-angs…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Taktik Penyerangan Balik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments