Lentera-lentera gantung berbentuk bunga teratai mulai menyala satu per satu, mengirimkan pendar cahaya oranye yang hangat ke seluruh penjuru paviliun.
Rosie melangkah masuk dengan dagu terangkat, membiarkan kain kebaya merah marunnya menyapu lantai dengan suara gesekan yang halus namun penuh wibawa.
Di sampingnya, Sari berjalan dengan langkah kecil, sesekali mencuri pandang ke arah Rosie dengan binar mata yang sulit diartikan. Kehadiran Rosie seketika memutus keriuhan rendah dari obrolan para putri pedagang.
Beberapa dari mereka berbisik di balik kipas, sementara yang lain terang-terangan menatap noda tinta yang sudah dibersihkan dari ujung hidung Rosie, meski aura yang dipancarkan wanita itu membuat mereka tidak berani tertawa.
Larasati, yang duduk di tengah lingkaran sebagai pusat perhatian, segera bangkit berdiri. Dia mengembangkan senyum paling manis yang dia miliki, seolah-olah ketegangan di beranda tadi sore hanyalah imajinasi belaka.
"Selamat datang, Nona Merah! Aku hampir saja kehilangan harapan kalau kamu akan melewatkan hidangan istimewa malam ini," sapa Larasati dengan suara yang jernih dan merdu, seolah menyambut seorang rekan lama yang sangat dia rindukan.
Rosie berhenti tepat di depan Larasati. Dia tidak segera membalas senyum itu.
Matanya menyisir meja perjamuan yang dipenuhi piring-piring perak berisi kue-kue manis dan buah-buahan segar yang ditata artistik.
"Sangat sulit untuk menolak ajakan yang begitu gigih dari Nona Larasati," balas Rosie dengan nada yang tenang dan mengandung sindiran yang tajam. Dia melirik Sari yang berdiri di sisinya sebelum kembali menatap Larasati. "Apalagi sampai harus menyuruh Nona Sari untuk datang merajuk ke kamarku. Apa sebegitu inginnya Nona agar aku bisa hadir di sini? Rasanya seperti aku adalah tamu agung yang memegang kunci gudang harta kerajaan," tambah Rosie sambil menyunggingkan senyum miring.
Senyum manis Larasati tidak luntur, tapi kilat di matanya berubah menjadi lebih dingin. Dia melipat kipas cendananya den…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Panggung Sandiwara Para Pualam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments