Suasana di dalam gubuk yang tadinya hangat karena api tungku mendadak terasa mencekam. Putih tidak lagi menyembunyikan wajah malangnya.
Dia berdiri tegak dengan dagu terangkat, menatap Nenek Galuh dengan pandangan menuntut. Baginya, setiap detik yang terbuang tanpa memegang emas adalah kerugian besar bagi masa depannya.
"Mengapa Nenek diam saja? Katakan sesuatu! Nenek memberikan labu berisi emas itu kepada Merah, benar kan?" cecar Putih. "Dia itu perempuan kasar, dia tidak tahu tata krama, dan dia selalu membuat masalah di rumah! Seharusnya labu itu untuk saya! Seharusnya saya yang berhak mendapatkan keberuntungan itu sejak awal!"
Nenek Galuh tidak segera menjawab. Dia menambahkan kayu kecil ke dalam tungku. Api menyala pelan, memantulkan cahaya ke wajahnya yang penuh garis usia.
Nenek Galuh menarik napas panjang, suaranya terdengar seperti gesekan akar tua di bawah tanah. "Segala sesuatu di dunia ini memiliki alurnya sendiri, Cah Ayu. Benang takdir terkadang terbelit oleh tangan-tangan yang tidak terduga. Memang benar, jika mengikuti garis yang lama, seharusnya kamu yang berdiri di sini dengan hati yang lapang."
Putih mengernyitkan dahi, tidak memahami bahasa kiasan yang diucapkan si Nenek. "Apa maksud dari ucapan Nenek? Saya tidak paham soal benang atau alur! Ada sesuatu yang membuat nasib kami tertukar, dan saya tahu itu karena tipu daya Merah! Dia mencuri jalan saya, dia mencuri labu saya!"
"Nasib tidak bisa dicuri jika pemiliknya memiliki akar yang kuat, Cah Ayu," sahut Nenek Galuh sambil berjalan perlahan menuju rak kayu di sudut ruangan. "Namun, ketika seseorang terlalu sibuk menatap kebun orang lain, akarnya sendiri akan mulai membusuk karena tidak pernah disiram dengan ketulusan."
"Hentikan ceramah itu, Nenek tua!" bentak Putih, kesabarannya benar-benar sudah habis. "Langsung saja pada intinya. Mana labu emas itu? Berikan pada saya sekarang juga! Bukankah seharusnya itu untuk saya sejak awal bukan untuk Merah? Saya sudah menempuh bahaya di sungai ini hanya…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Labu Kelam dari Kerak Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
gara gara si ular rupanya
2026-02-20
1
emang dasar si bawang
2026-02-20
1