Rosie berdiri di tengah ruangan, berkacak pinggang sambil memandangi hasil kerja kerasnya selama beberapa hari terakhir.
Gubuk itu kini tidak lagi terlihat seperti gudang barang rongsokan. Peralatan masak tersusun rapi sesuai urutan penggunaan, tanaman obat sudah dikelompokkan dalam wadah bambu yang diberi label goresan lidi, dan lantai kayu benar-benar bersih dari remah tanah. Halaman juga lebih rapi.
"Selesai! Dengan begini, alur kerja Nenek akan jauh lebih efisien. Minimal risiko kecelakaan di dapur berkurang lima puluh persen," gumam Rosie puas.
Dia menyeka keringat yang membasahi dahi, tidak memedulikan penampilannya yang kini jauh dari kata anggun. Bajunya kusut, tapi sebenarnya itu adalah pakaian pemberian Nenek Galuh makanya terkesan kusam. Rambutnya yang hitam panjang hanya diikat asal-asalan dengan sobekan kain.
Nenek Galuh masuk ke dalam gubuk, membawa segelas air hangat. Dia memandangi setiap sudut rumahnya dengan binar mata yang tidak bisa menyembunyikan rasa kagum. "Luar biasa, Cah Ayu. Aku bahkan tidak menyangka gubuk tua ini bisa terlihat selapang ini hanya karena kamu menggeser beberapa tumpukan kayu."
Rosie menerima gelas itu dan meneguknya sampai habis. "Sama-sama, Nek. Ini cuma soal manajemen ruang aja kok. Omong-omong, Nek, kayaknya aku udah boleh pulang, kan? Orang-orang di rumah pasti lagi heboh mencariku. Kalau aku menghilang terlalu lama, bisa-bisa adikku dalam bahaya," ucapnya sambil teringat pada wajah Putih yang begitu menyedihkan.
Nenek Galuh tertawa pelan, lalu dia berjalan menuju sudut ruangan tempat beberapa buah labu berjajar di atas rak bambu yang baru saja dibersihkan Rosie. Ada labu yang ukurannya sangat besar, ada yang bentuknya lonjong unik, dan ada yang kulitnya kuning mengilap.
"Sebagai tanda terima kasih karena sudah merapikan gubukku dan merawat pria itu, pilihlah satu labu ini untuk kamu bawa pulang," ucap Nenek Galuh sambil memberikan isyarat dengan tangannya.
Rosie melangkah mendekat. Matanya menyipit, melakukan analisis…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Investasi Labu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
pangeran diperintah, astaga rosie rosie😭
2026-02-15
3
eaksss suka kannn🤭
2026-02-15
3