Lampu minyak yang tergantung di sudut paviliun tamu itu berderak pelan, mengirimkan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding kayu jati yang gelap.
Malam sudah terlalu larut untuk sebuah kunjungan formal, tapi bagi Baskara, kegelapan adalah selubung terbaik untuk sebuah transaksi yang tidak boleh dicatat oleh juru tulis istana mana pun.
Dia duduk dengan punggung tegak di atas bantalan sutra, sementara jemarinya yang dihiasi cincin batu zamrud mengetuk-ngetuk permukaan meja secara beraturan. Suara ketukan itu beradu dengan suara jangkrik di luar sana, menciptakan irama yang gelisah.
Suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari lorong luar, melewati beberapa baris tanaman hias yang rimbun.
Baskara segera berdiri, memperbaiki letak kain beskapnya, dan memasang senyum paling ramah yang dia miliki.
Pintu geser kayu itu terbuka perlahan, memunculkan sosok Patih Wangsatama yang berwajah kaku, diikuti oleh Raden Sastro yang tampak sibuk mengusap keringat di dahi meskipun udara malam itu cukup menggigit.
"Gusti Patih, Raden Sastro," sapa Baskara sambil membungkuk dalam, menunjukkan rasa hormat yang sangat berlebihan. "Hamba merasa sangat terhormat karena Anda berdua bersedia memenuhi undangan minum teh yang sangat mendadak ini."
Wangsatama tidak langsung menjawab. Dia melirik ke sekeliling ruangan dengan mata yang tajam, memastikan tidak ada telinga lain yang menempel di dinding atau prajurit patroli yang melintas di dekat sana.
"Mari kita tidak usah berpura-pura dengan basa-basi teh ini, Baskara," ujar Wangsatama sambil mendudukkan tubuhnya yang tambun dengan kasar. "Risiko keluar dari kediaman di jam seperti ini tidaklah kecil. Apalagi Raja sedang meningkatkan patroli karena saran dari gadis asing itu."
Sastro mengangguk cepat, menyandarkan tubuhnya di kursi kayu dengan napas yang masih tersengal.
"Benar apa yang dikatakan Gusti Patih, Baskara. Gadis bernama Merah itu benar-benar membuat suasana istana menjadi tidak tenang. Dia mulai menghasut Ki Wilatik…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Tipu Daya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
yee dasar koruptor
2026-04-08
0