Langkah Rosie terasa semakin berat saat kaki telanjangnya yang beralaskan sendal kayu terus menghantam akar pohon yang mencuat dari tanah lembap. Rasa perih di pergelangan kakinya yang baru saja membaik kembali berdenyut, seolah-olah ribuan jarum sedang berpesta di bawah kulitnya.
Bedak dingin yang dipoleskan Gendis setebal semen di wajahnya kini terasa gatal luar biasa karena bercampur dengan keringat yang mengucur dari pelipis.
Dia menghentikan langkah sejenak, menyandarkan bahunya pada batang pohon mahoni yang besar. Rosie mengembuskan napas panjang dengan raut wajah penuh penyesalan. Harusnya dia tadi mengikuti jalur utama saja bersama Putih dan Melati.
Biarpun harus berdebu dan memutar jauh, setidaknya jalan itu tidak memaksanya untuk memanjat lereng tebing yang sedikit curam seperti ini.
Hanya karena ego ingin cepat sampai ke rumah dan rasa lelah yang menghimpit, dia justru menyeret rombongannya ke jalur sunyi yang auranya mulai terasa tidak enak. Rasanya perjalanan ini malah menjadi lebih jauh karena rintangan akar dan semak yang harus dia lalui.
"Nona, pernapasan Nona terlihat sangat payah. Apa perlu kami berhenti sejenak?" tanya Jaka dengan nada cemas yang kental.
Rosie mendongak, matanya tidak sengaja menangkap sosok Jaka dan Wira yang berdiri siaga di depannya. Karena udara yang pengap, Rosie menatap kedua pria itu yang kini hanya mengenakan rompi kain kasar tanpa atasan, memperlihatkan dada bidang dan otot lengan yang mengkilap karena peluh.
Rosie terdiam sesaat, wajahnya yang tertutup bedak putih mendadak terasa semakin panas.
Sexy juga ya kalau dilihat-lihat secara profesional, batin Rosie dengan otak budak korporat yang sedang butuh asupan visual segar.
Dia segera menggelengkan kepala, berusaha mengusir pikiran tidak senonoh itu di tengah situasi genting. "Enggak perlu. Aku masih bisa jalan kok. Ayo lanjut aja."
Baru saja Rosie hendak melangkahkan kaki, sebuah gerakan kilat muncul dari semak-semak di sisi kiri. Seekor rusa jantan dengan tanduk bercaba…
Maaf Pangeran, Bawang Merah Ini Terlalu Savage
Hutan Terlarang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 201 Episodes
Comments
vene
jangan kontrak, ayo ikut aku pf lain yang lebih oke daripada ini, bawa cerita ini disana
2026-02-04
1
kamu tuh hampir celaka loh ros
2026-02-15
3
🤣 kok ak yg malu yaak
2026-02-15
3