Di acara pengelolaan, di Jakarta...
"Persaingan ketat kekayaan untuk pertambangan batu bara di Aceh ini masih saja diperebutkan. Seperti yang kita tahu, ini amat sangat menguntungkan bagi negara kita, dengan kayanya akan tambang batu bara ini. Khususnya ini diincar untuk di ekspor ke dataran negara-negara maju," ucap pembawa acara pengelolaan itu, saat berpidato di podium. Menghadap para pemirsa yang hadir langsung di sana.
Seorang pria bertopi hitam mendengarkannya sambil menundukkan kepala. Bukan berarti ia tidur, tetapi mendengarkan dengan saksama. Menunggu waktu kesempatan pengelolaan keuangan untuk pertambangannya Soraya yang akan dikelola oleh Justin, sehingga bisa dimiliki Soraya kembali.
Pria bertopi, berjaket, dan memakai kacamata yang juga hitam itu menundukkan kepalanya dengan sedikit tak sabar. Ingin mengangkat papan nomor yang mau mengelola pertambangan batu bara itu. Karena banyak orang yang crazy rich di sini yang ingin mengelolanya. Tak hanya CEO. Tapi juga pejabat kecil seperti kades (kepala desa) juga ikut. Bahkan, di kabarkan bahwa walikota juga mau mengelolanya.
Akhirnya, sang pembawa acara memberi juga aba-aba untuk para crazy rich ini mengangkat papan nomor mereka masing-masing, untuk pengelolaannya.
"Yang pertama! Nomor 3! Anda kelola berapa?" tanya pembawa acaranya.
"150 juta," jawab orang itu.
"Baiklah, itu besar juga tentunya. Ada yang lain? Yang lebih besar?"
Salah seorang wanita mengangkat papan nomornya yang berangka 5, dan dengan semangat menjawab, "200 juta!"
"200 juta! Lebih 50 juta, ya. Ayo, yang lainnya!"
Seorang pria mengangkat papan nomor berangka 7. Ia menjawab, "Langsung saja, 350 juta!"
"Widih! 350 juta! Yang lain? Cepat! Waktunya sedikit lagi akan habis!"
Yang lainnya mulai mengangkat dengan harga ratusan juta. Salah satu pria mengangkat papan nomornya 15. Ia menjawab, "Langsung saja. 10 miliar."
"Mantap! 10 miliar! Silahkan, satu orang lagi! Waktunya habis!"
Barulah pria serba hitam itu mengangkat papan nomornya. Ia bernomor…
Soraya
20 : Pengelolaan Pertambangan Syifayana Family
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments