Masih di restoran...
"Aku juga pernah mengalami hal yang serupa denganmu," ucapan Karin yang membuat Soraya berhenti makan. Ia berhenti sejenak mengunyah. Tapi hanya beberapa detik saja, ia pun lanjut makan dan menelannya.
...***...
Kembali ke kantor...
Ucapan Karin seperti terngiang-ngiang di benaknya Soraya. Bahkan ia juga ingat lanjutannya kalau setiap orang bisa saja atau pasti punya masalah dalam rumah tangganya masing-masing.
Tangannya berhenti mengetik di keyboard komputer dan mouse. Tatapannya juga jadi kosong pada ujung titik sudut meja kerja. Tak tahu kenapa ucapan ini terngiang selalu dalam benaknya.
Lamunan mulai menerkam tubuh. Seperti harimau atau predator lain yang menerkam mangsanya dengan mudah begitu saja. Berlagak juga seperti orang yang berpikir keras, untuk tugas skripsi kuliah demi mendapatkan kelulusan.
"Astaghfirullah! Kok aku jadi seperti orang pusing begini karena skripsi, ya? Padahal ini tugas kantoran. Bukan dari guru skripsian di kampus," gumamnya sedikit mengeluh. Lalu mengelus kepalanya di bagian ubun-ubun kepala.
Takut stress, apalagi sekarang sedang hamil 8 bulan, Soraya memutuskan untuk ke pantry membuat secangkir coklat hangat. Lalu ia masuk dan terlihat ada pegawai biasa dalam sana sendirian, namanya Rara.
Rara dikenal rajin bekerja, gampang disiplin, dan pintar di sini. Setiap meeting saja, ia tidak pernah terlambat. Sebagai karyawati teladan di perusahaan ini, Rara juga dikenal pendiam dan sabar. Dia memang orangnya hanya suka senyum kecil sendiri dan tak banyak bicara. Karena itu kenapa Hugh menyukainya.
"Oh! Bu Sekretaris! Selamat datang!" seru Rara memberi sapaan sopan. Soraya mengangguk pelan satu kali dan masuk pantry.
"Kamu seperti biasa sendirian di sini?" tanya Soraya tanpa menoleh, sambil menyiapkan cangkir, sendok, dan bubuk coklatnya.
Rara menjawab polos, "Iya, Bu. Seperti biasa, menenangkan diri dulu setelah tadi meeting dengan Boss."
Soraya menumpahkan satu sachet bubuk coklatnya ke cangkir. Lalu menuangkan air hang…
Soraya
Eps. 76: HAL YANG SERUPA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments