Keesokan paginya, Justin melihat Soraya tidak ada di kasur. Ia panggil wanita itu di seisi kamarnya. Hingga Shella datang melaporkan dengan panik.
"Tuan! Tuan Justin!"
Justin mengerutkan dahi dengan tingkah laku pembantunya yang khusus membantu istrinya itu. Ia bertanya tegas, "Ada apa? Cepat jawab! Dan jangan panik seperti orang habis di kejar anjing galak seperti itu."
Shella mengatur pernafasannya, dan menjawab setelah merasa lega sedikit, "Nyonya, Soraya, muntah-muntah seperti mabuk."
"Apa?! Mabuk minum anggur 🍷?"
"Bukan. Kemungkinan, beliau hamil lagi."
Mendengar itu, dunia Justin serasa hancur. Ia mengepalkan tangannya, meskipun masih dalam dugaannya saja.
"Pasti dia. Pastinya, yang menghamili istriku," gumamnya mulai geram.
...***...
Di kantornya Hugh...
*BRAAAK!*
Hugh yang tengah merokok sambil menatap jalanan kota lewat jendela atas, tiba-tiba saja tersenyum kecil. Menyeringai mendengar dobrakan pintu ruangannya agar bisa terbuka.
"Tiba juga yang ku nantikan," ucap Hugh santai.
Justin sudah setengah mati menahan amarahnya. Dan sekarang ia akan meledakkan amarahnya, "Kau menungguku?! Bagus! Lagipula, aku juga menunggumu untuk menonjok orang yang macam-macam pada istriku!"
"Oh, sungguh? Ku rasa kau juga memperalat dirinya. Menjadikannya boneka untuk memancingku agar bisa mengundangku."
"Kau salah! Aku benar-benar mencintai Soraya. Berbeda jauh denganmu, Hugh!"
Hugh mulai emosi. Ia meniupkan asap rokok dan menjatuhkan batang rokok itu ke lantai. Begitu mendekati Justin, batang rokok tersebut ia injak dengan mantap agar bisa mati apinya.
*TEP!*
*SREK-SREK!*
Justin menunggu di tempat ia masih berdiri. Tidak kemana-mana. Dengan ganas, Hugh mencekiknya dan menahan badan Justin di tembok dengan kasar.
*BRAAAK!!!*
Dengan tegas dan penuh rasa kebencian, Hugh berkata, "Dengar ini! Ku peringatkan, untuk tidak memberikan keburukanmu itu pada bayi dalam kandungannya wanita itu! Jangan sakiti dia! Jika ku dengar kau menyakiti fisik, mental, apalagi hatinya, kau akan ku bu…
Soraya
29 : Gila bin Ajaib
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments