Soraya sampai di rumah setelah acara orkestra itu berakhir. Di payungi oleh Dennis dan masih memakai jaket Hugh yang melindungi dari kedinginan malam dan hujan jadi satu.
Di antar ke kamar, tidak ada Carson. Dennis bilang kalau Carson kemungkinan besar masih di kantornya Justin. Urus hotel warisan keluarganya Soraya.
Soraya memberikan jaket kembali Hugh. Hugh nampak khawatir, "Kamu tak apa-apa sendirian di tinggal?"
"Tidak apa-apa. Lagipula, sekarang sudah ada di rumah sendiri. Kenapa harus takut? Dan ada kalian yang menemani," jawab Soraya dengan senyuman kecil. Padahal hatinya sakit sebetulnya. Merasa, kenapa Carson tidak jujur?
"Baiklah, kalau itu yang kamu mau. Kalau ada apapun, panggilah kami! Kami siap siaga," balas Hugh, masih dengan tatapan cemas.
Soraya meyakinkan Boss-nya di kantor tempat ia bekerja itu, dan berkata balik, "Iya, sudahlah jangan jadi insecure begitu! Ini rumahku, aku baik-baik saja!"
Hugh menghela nafas, lalu membelai kepala Soraya yang masih ditutupi oleh jilbab panjangnya. Kemudian izin pamit keluar kamarnya. Pintu kamar itu dibuka dan ditutup Hugh kembali dengan jaket di lengan tangan kanannya.
Sekarang saatnya Soraya ganti baju, berwudhu, sholat magrib, lalu kemudian mandi. Agar badannya makin lebih segar lagi. Baru setelah itu makan malam.
...***...
Di kantor Justin yang ada di mansion ini, ada Carson masih merokok sambil sibukkan kedua tangannya mengetik di laptopnya. Sambil sesekali sibuk lihat juga kertas dokumen kerja tentang hotelnya Soraya.
Atau juga menerima panggilan video di laptopnya dari Ferdi, manager hotel.
"Semua sudah dalam tahap akhir, Tuan Carson," lapor Ferdi.
"Baguslah. Ini lebih bagus dipercepat. Bayarannya sudah sampai dariku semua pada para kuli bangunannya juga, 'kan?" tanya Carson, lalu menghisap rokoknya dalam-dalam.
"Sudah, Tuan. Semua gaji atau bayaran Anda pastinya lewat rekening Anda ke rekening saya."
"Hutang karena Victory bagaimana? Sudah lunas juga?"
"Masih tinggal sedikit lagi saja, Tuan. Sekitar...10…
Soraya
Eps. 74: SEHAT JASMANI, TAPI SAKIT DI HATI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments