Kembali ke kamar, Soraya segera menutup pintu kamar dengan sedikit bantingan.
*BRAK!*
Nafasnya tersengal-sengal serasa seperti sudah lari dari kota Bandung ke Surabaya sana. Keringat dingin bercucuran deras. Sungguh sangat melelahkan. Padahal, ia begitu karena di peluk Justin.
"Aku ini sebenarnya bagaimana!? Aku sudah jatuh cinta padanyakah?! Atau apa?! Atau...akunya sudah mulai gila?!" bertubi-tubi ucapan bertanya-tanya di dalam dirinya muncul.
"Ya Allah! Ini...rasanya ini penjara...bagiku..." gumamnya kemudian.
...***...
Keesokan harinya...
Di kantor, Soraya mencatat dan mengetik. Tangan dan matanya sibuk di kursi itu untuk menulis apa yang ia pahami, dan apa yang tidak ia pahami. Yang ia pahami dihafalkan, yang tidak dipahami akan ia tanyakan.
*TOK-TOK-TOK!*
"Masuk!" ucapnya pada pengetuk pintu ruangannya. Sudah tahu kalau itu suara orang yang mengetuk pintu. Jadi tak perlu tanya dulu ia suara apa.
*CEKLEK!*
*KRIEEET!*
Pintu terbuka lebar. Dan ternyata yang masuk adalah Hugh. Pria itu melihat apa yang sekretarisnya lakukan. Lalu tersenyum bangga melihat orang yang ia cintai bekerja dengan rajin dan ulet. Teliti. Tekun. Benar-benar berniat baik untuk belajar dan bekerja.
Namun tanpa melihat, Soraya malah sudah bisa menebak siapa yang datang dengan langsung bertanya, "Ada apa, Hugh?"
Matanya yang terhalang kacamata minusnya itu tetap fokus pada layar monitor komputer dan buku. Tangannya sibuk menulis dan mengetik.
Hugh tersenyum dengan ulah sekretaris barunya. Hingga ia bertahan, "Boleh kita bicara sebentar? Di ruanganku?"
Soraya berhenti mengetik dan menulis. Ia melirik ke wajah Hugh, yang diatasnya. Ragu tapi juga penasaran, akhirnya ia mengangguk mau.
Di ruangan pribadinya Hugh, keduanya tiba-tiba saja saling dekat. Itupun karena Hugh yang menarik tubuh Soraya. Jari-jemari tangan kanannya berjalan di tubuhnya. Lebih tepatnya dari bagian dada belakang dada hingga ke punggungnya.
"Kau memang istrinya musuhku. Namun, kau tahu bukan, aku dan Justin pernah satu grup…
Soraya
22 : Sentuh Aku Sedetik Saja!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments