Pulang ke rumah, Soraya mulai takut dan tak enak hati. Makan malam membuatnya tidak lahap. Biasanya dia lahap makan selama kehamilan. Tapi sekarang, semangatnya ciut seperti anak kecil yang galau karena tidak dikasih uang jajan oleh ibunya.
"Sayang?" tanya Carson, menyebut namanya hingga membuat lamunan Soraya goyah.
"Oh! Iya, ada apa?" tanya balik Soraya setelah goyah dari lamunannya. Yang gerak hanya tangan kanannya yang memegang sendok.
"Kamu kenapa?" Carson bertanya lagi.
Masih melamun, namun Soraya menggeleng kepalanya. Tanpa ekspresi saja. Makanannya dia makan tidak beraturan. Makan, diam, makan lagi. Terus saja begitu. Makan dan diam. Kemudian makan lagi. Hingga ia memutuskan untuk tidak lanjutkan saja makannya.
Semua memandang curiga pada Soraya yang pergi begitu saja. Termasuk anak-anaknya.
"Kenapa dengan dia?" tanya Dennis yang baru selesai minum air putihnya.
"Nanti aku tanyakan," jawab Carson dingin dan singkat. Serta datar.
"Segera tanyakan dengan langsung. Kalau tidak ada di kamar, dia pasti ke paviliun," ucap Hugh.
"Aku tahu, Boss."
...***...
Di paviliun...
Ada Soraya sedang duduk di ruang galeri. Di ruangan itu, khusus untuk Soraya melukis. Sejak menikahi Carson, Soraya lebih masuk ke seni lukis. Memainkan pianonya hanya biasa di akhir pekan jika Carson ada di rumah.
"Melukis apa?" tanya Carson singkat.
"Gadis kecil sedang main piano," jawabnya.
Ini lukisan yang akhir-akhir ini sedang Soraya kerjakan. Bagi Hugh yang memandangnya, itu lukisan yang cantik meskipun belum selesai. Namun bagi Soraya, tentu itu belum bagus.
"Ada yang mau aku bicarakan denganmu," ucap Soraya ditengah kegiatannya itu.
Mendengar ucapan itu, Carson seperti bisa mendeteksi, apa yang akan terjadi selanjutnya. Pasti ada sesuatu yang sejak awal disembunyikan istrinya.
Sedikit sabar, Carson menunggu tanpa di tanya duluan. Soraya membersihkan kuasnya. Kebetulan lukisannya ternyata sudah selesai. Kalau Carson lihat, memang tampak bagus dan bisa sangat mahal jika dijual. Tapi sekarang…
Soraya
Eps. 70: INGKAR JANJI DI PAVILIUN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments