Siang hari, setelah istirahat makan siang dan sholat Dzuhur. Soraya kembali ke ruangan Hugh untuk berikan penjelasannya kembali. Apalagi Hugh minta penjelasan singkat untuk masalah impornya ke luar negeri.
"Untuk ke Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan masih tetap stabil. Sedangkan daerah China meningkat karena kemitraan distributornya di Shanghai. Kini pengiriman ke daerah Asia Timur melewati pelabuhan Batam untuk mempercepat transit," jelas Soraya yang cukup panjang kali lebar.
Carson membuka map sambil menjepit batang rokoknya, dan ikut buka suara sambil duduk lagi di sofa, "Kita juga sudah masuk ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Unit Emirat Arab. Sudah approve standar halal dan berkualitas. Bahkan ada standar ketertarikan dari Qatar yang menjadikan produk kita sebagai suplai utama sebuah hotel bintang lima di sana."
Hugh gebrak meja kerja dengan halus. Wajahnya seperti sangat girang sekali. Kemudian berseru, "Mantap! Apalagi negara di sana kaya raya sekali. Lalu, bagaimana dengan bantuan kita ke Palestina?"
"Untuk bantuan pengiriman kebutuhan mereka seperti gula dan tepung, kita sudah kirimkan via Turki. Pengiriman pertama lewat jalur itu berhasil 2 minggu lalu. Dan akan dijadwalkan pengiriman berikutnya ke sana, khususnya daerah Gaza sekitar akhir bulan," jelas Soraya sambil melihat tab.
"Teruskan untuk itu. Segarang-garangnya kita di dunia bisnis, maupun aku dan tim-ku sebagai mafia, tetap ada hati nurani bagi yang terluka."
"Aku setuju, Boss."
"Kemudian, bagaimana dengan Amerika dan Eropa sendiri? Apa di Eropa ada yang masih ngotot urusan impornya?"
Untuk ini, Carson yang jawab, meskipun tetap dari tab-nya Soraya, "Permintaan dari Amerika, khususnya Amerika Serikat, bersama dengan Eropa semua baik-baik saja. Malah naik 20%. Terutama untuk tepung dan garam organik."
Hugh mengetik dan menggerakkan mouse komputer dengan serius. Carson mengembalikan lagi tab Soraya. Dan kembali meledak hebat kesenangan Hugh.
"Ini luar biasa dan lebih memikat dari yang ku…
Soraya
Eps. 69: AKU PERCAYA PADAMU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments