Hari Minggu, Soraya yang sudah mengandung bayi, mulai mengidamkan sesuatu. Namun, yang ia mau adalah pergi ke balai seni yang ada di pusat kota.
"Jadi, kau maunya kita ke Balai Seni Violetta Center?" tanya Justin. Dengan sedikit malas-malasan.
"Iya. Hari Minggu tetap buka. Tapi bukanya nanti jam 11. Karena menunggu para murid yang beragama Kristiani selesai beribadah di Gereja," jawab Soraya.
"Oh!"
"Oh? Itu saja?"
Justin terdiam. Dengan santainya ia merokok sambil membaca laporan. Duduk di kursi kerjanya. Tapi, Soraya berpikir bahwa Justin mungkin tidak akan tertarik dengan itu.
Jadinya ia berkata, "Tapi kalau kau tidak mau ikut, tak apa. Aku bisa pergi sendiri. Atau kalau kau tidak mengizinkan juga, tidak masalah. Kita atau aku saja yang bisa pergi di hari lain."
Soraya masih tak mendapatkan jawaban apa-apa dari Justin. Namun, ia tersenyum dan pamit keluar dari ruang kerjanya Justin. Tahu Soraya mau keluar dari ruangannya, Justin tiba-tiba berdiri dan langsung saja bicara tanpa basa-basi lagi.
"Aku mau mandi dulu. Tunggu aku di ruang tengah nanti! Kita pergi jam 11."
Tanpa menoleh ke belakang, Soraya juga terdiam tidak bicara apa-apa. Tapi hatinya seperti senang. Ia lanjut berjalan dan keluar dari ruang kerjanya Justin.
Justin melihat istrinya sudah hilang tak terlihat lagi. Kemudian duduk kembali, dan memasang wajah seperti merasa bersalah.
...***...
Di balai seni Violetta Center...
Gedung tinggi besar dengan jumlah sekitar 6 lantai. Gedung ini seperti hotel bintang lima atau gedung putih, istana presidennya Amerika. Di sini, Soraya pernah belajar tentang 3 seni. Yakni seni drama teater, musik, dan tari.
"Selamat datang di balai seni Violetta Center! Saya Serina, selaku petugas kepala sekolah seni terbesar di negeri ini. Silahkan masuk!" ucap kepala sekolahnya, Serina Derifasa. Keluarganya secara turun-temurun mewarisi balai seni ini.
Soraya dan Justin masuk setelah di sambut hangat oleh Serina. Ia tahu siapa tamu yang datang ini. Dan ia kenal Soraya juga, karena…
Soraya
25 : Balai Seni Violetta Center (Part 1)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments