{Catatan penulis: Perhatian! Di bab ini ada adegan pembullyan secara fisik. Mohon untuk tidak ditiru di dunia nyata. Ambil hikmahnya dari kisah di bab ini. Terima kasih!}
Aku buru-buru lari ke kamar. Dan duduk di atas kasur. Geram dengan mengingat ucapan kakek yang ada di pikiranku. Rasanya, kakek seperti meremehkan ayah. Padahal, ayah anak tunggal di keluarganya. Dan saudaranya adalah saudara angkat. Beliau ku panggil Paman Gober. Paman Gober hanya anak pungut yang kabur dari panti asuhan yang kakek temukan di Bogor beberapa tahun lalu.
Tapi, Paman Gober baik hati. Orangnya lemah lembut. Aku sering bermain bersama beliau jika pergi liburan sekolah. Rumahnya sekarang di Bekasi. Namun, Paman Gober belum menikah. Pekerjaannya seorang pebisnis kecil-kecilan. Tapi laris manis.
Hingga suara pintu ku dengar di ketuk. Ku izinkan dia masuk, dan rupanya itu ibu. Aku hanya mengangguk, pertanda memberi izin ibu masuk ke kamarku.
Ibu berjalan bagaikan seorang Ratu sungguhan. Kemudian duduk di sebelah kiriku. Heran dengan sikapku yang tiba-tiba murung, beliau bertanya, "Ada apa, Justin? Tidak biasanya kau murung begini."
Aku ceritakan semuanya pada ibu. Namun, ibu menenangkan diriku dan bilang kalau itu urusan orang dewasa, yang belum bisa aku mengerti sekarang. Lebih tepatnya belum boleh aku mengerti, karena aku masih lugu dan polos.
"Tapi, Kakek jahat! Jahat! Mulai pilih kasih! Ayah pasti bisa jadi pemimpin mafia yang baik suatu hari nanti. Aku yakin," ucapku dengan nada keras.
Ibuku menghela nafas. Kemudian memelukku dan kembali menenangkanku. Aku mulai tenang lagi sedikit dalam pelukan ibu. Tapi mengingat ucapan kakek yang masih terngiang-ngiang di benakku, aku sangat sakit hati.
...SANGAT!...
...***...
Setelah makan malam, buru-buru aku ke ruang kerja kakek. Sekarang pukul 8 malam. Biasanya, jam segini kakek ke ruang kerjanya. Mulai menyusun strategi untuk perang melawan musuh di waktu berikutnya.
*BRAAAK!*
Tanpa berlama-lama lagi, langsung ku buka pintu ruang kerjanya deng…
Soraya
Eps. 51: MASA LALU GELAP SANG ALPHA JUSTIN (Part 2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments