Di kantor, Soraya bekerja sambil mengusap perutnya yang kian membesar. Darah-daging Carson yang kedua masih juga sering menendang. Melihat kertas laporan yang Hugh berikan padanya tadi pagi, Soraya langsung mengerjakannya dengan serius.
Sesekali sibuk juga mata dan tangannya mengarah ke komputer. Mata ke bagian layar monitor, sedangkan tangannya untuk bagian keyboard dan mouse. Ketik dengan jari-jemari, dan telapak tangan sibuk menggerakkan arah panah monitor lewat mouse-nya.
"Garam dan gula meningkat drastis bulan ini," gumamnya melihat laporan itu. Lalu ia kirim dari komputernya ke pesan sosial media Carson, agar bisa dilihat nanti. Biar Carson yang akan laporkan pada Hugh.
Tambahan lagi, banyaknya kiriman pesan sosial media di komputer Soraya sendiri, dari para klien Hugh untuk pertemuan. Soraya menuliskannya di buku catatan kecil dengan pensil. Kemudian dapat panggilan dari salah satu klien Hugh untuk mengadakan pertemuan, sesuai keinginannya klien itu sendiri.
"Baik, nanti saya beri informasinya pada Tuan Hugh. Selamat siang, Pak," pamit Soraya sopan lalu menutup teleponnya.
Malas menelepon Hugh, Soraya melaporkan pertemuan ini lewat sosial medianya Hugh di komputernya. Ia kirim dengan sibuk mengarahkan lagi panah monitor lewat mouse-nya.
"Dia banyak jadwal hari ini," gumamnya lagi, setelah melihat banyaknya laporan untuk adanya pertemuan antara Hugh dan para klien-nya.
...***...
Di ruangannya sendiri, Hugh juga ikut sibuk. Mulai bosan, ia pun mengambil kotak rokok, dan korek api elektrik canggihnya. Tanpa berlama-lama lagi, asap rokok sudah sangat mengepul. Tapi sebagai seorang pecandu rokok sejak lama, sudah pasti ia sudah terbiasa.
Semangat kerjanya seolah-olah meningkat kembali. Kembali fokus dirinya pada komputer dan kertas-kertas dokumennya. Sampai Dennis masuk ke ruangannya.
"Boss. Diperkirakan akan ada saingan baru untuk tim mafia kita," ucap Dennis melaporkan.
"Sudah ku duga. Ku kira kemungkinan itu adalah dendam adiknya si Victory, James. Atau adik ke…
Soraya
Eps. 67: BOLEHKAH?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments