Pagi hari, Soraya sarapan di ruang makan. Seperti biasa, yang ada hanya Hugh, Dennis, dan anak-anaknya. Hanya bangku Carson dan Justin yang kosong.
Wajar bangku Justin tak diisi, karena dia masih dalam sel tahanan jeruji besi. Sementara Carson, malah terus mau di dalam paviliun. Atau di kantornya Justin, sambil saking seriusnya bekerja untuk hotel.
Sampai Alex bertanya polos, "Bunda! Kenapa sih, Ayah jarang ikut terlihat makan bersama kita?"
Soraya berhenti mengunyah makanan roti tawar isi sapi panggangnya. Akan tetapi, Dennis selalu menjawabnya, kalau Carson sibuk urus hotel ibunya.
"Tapi Paman Dennis, apa sampai sesibuk itukah hingga mengacuhkan Bunda dan anaknya seperti aku?!" Alex nampaknya naik darah.
Satu ruang makan jadi kaget dengan Alex yang sampai bicara begitu. Soraya mencoba memberi pengertian, "Alex! Benar kata Paman Dennis. Itu semua karena Ayah sibuk urus hotel Bunda."
"Nah! Benar, 'kan? Dia tidak mengacuhkan Bunda dan kita semua, Sayang," ucap Dennis.
"Benar sekali. Seorang yang CEO seperti dia yang mengelola hotel memang sibuknya luar biasa," tambah Hugh sambil tersenyum.
Alex terdiam. Seperti bisa mendeteksi, kalau Soraya dan Carson sedang ada masalah. Namun karena ia masih bocah sekolahan, kecil dan polos belum boleh tahu masalah orang dewasa, ia tak berani menanyakannya.
...***...
Siang hari, Soraya masuk paviliun. Karena sudah mulai cuti menjelang persalinan, Soraya jadinya tidak pergi bekerja. Ia masuk kamar yang ada di sana.
Di dalam kamar paviliunnya, ada banyak sekali kotak rokok milik Carson di meja rias. Rokok murahan warung biasa. Hingga ia lihat rokok mahal yang milik Justin juga ada. Namun, rokok Justin bertahun-tahun di simpan dalam laci meja rias itu. Jarang lagi dipakai karena pemiliknya masih belum beres memenuhi masa tahanannya dalam sel tahanan itu.
Akan tetapi, wanita cantik yang sekarang selalu dituntun jalannya oleh Shella jalannya karena perutnya yang semakin berat lagi itu, mengambil dua kotak rokok berbeda tersebut. Satu kot…
Soraya
Eps. 78: TIRAI YANG SOBEK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments