Dilapangan Abbey dan gibran kepanasan, mereka benar - benar sama telat dan dihukum dibawah tiang bendera. Mereka tidak berbicara sepatah katapun ataupun bertengkar.
Abbey kepalanya begitu pusing padahal baru beberapa menit, tetapi ia menahannya sampai jam pelajaran Bu Meri selesai.
Gibran yang melirik Abbey diam - diam merasa kasihan, "kamu tidak apa - apa?" tanya Gibran melihat raut wajah Abe begitu pucat.
Abbey paling tidak bisa berlama - lama dengan panas matahari karena ia cepat sekali pusing dan ujungnya pingsan.
"ngak," jawab Abe jutek.
Gibran menghela nafas nya dengan sifat Abbey yang begitu cuek, "sudah duduk disana, ngak ada yang lihat kok" ucap gibran dengan mengalihkan pandangannya ke arah kursi belakang tiang bendera.
"tidak usah nanti malah ditambah lagi hukumannya sama Bu Meri kalau dia tahu," ucap Abbey
"biar gue yang tanggung jawab, dari pada Lo nanti pingsan bisa - bisa encok pinggang gue ngendong Lo ke UKS," ucap gibran.
"emangnya aku mau di gendong sama kamu? siapa mau juga digendong sama cowok kayak kamu..." ucap Abbey kesal.
Bu Meri yang melihat Abbey dan gibran dari lantai atas, "eh, kalian yang disana ngapain itu!" teriak Bu Meri.
Abbey dan gibran yang mendengar suara dari lantai dua menoleh, "ngak ada apa - apa kok Bu!" teriak gibran.
"awas saja kalian Berani macam - macam!" ucap Bu Meri.
Dalam beberapa jam pelajaran Bu Meri telah usai dan pelajaran dikelas gibran juga telah usai. Mereka akhirnya pergi dari lapangan, mereka kekelas berlawanan arah tetapi saat Abbey ingin berjalan tiba - tiba kakinya terasa sangat berat untuk melangkahkannya. selain itu kepala nya semakin pusing dan membuat nya pingsan, "brukkk" suara tubuh Abbey terjatuh.
Gibran membalikkan badannya, langsung saja kaget melihat Abbey pingsan. Ia mengangkat Abbey membawanya ke UKS.
"tuh kan sudah gue bilang lebih baik duduk dari tadi, malah keras kepala... menyebalkan" ucapnya.
"berat sekali lagi, apa sih makanan nya setiap hari kok berat banget" ucapnya.
Abbey yang tiba - tib…
Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 237 Episodes
Comments