"Tenanglah aku akan berbicara baik - baik dengan gibran, aku akan memberitahu sebenarnya bahwa dia adalah ayah dari anakmu."
"Jangan! Jangan beritahukan dia. Aku tidak mau jika gibran akan mengetahuinya lebih baik sembunyi kan dulu."
"Kenapa?"
"Aku takut jika anakku akan marah padaku, jika ia tahu bahwa ayahnya masih hidup. soalnya aku sudah banyak berbohong padanya." Abbey menundukkan kepalanya.
"Baiklah jika itu maumu. aku tidak akan memaksa."
"Tetapi bagaimana caranya kamu membuat gibran kembali kepada mu dia sudah marah besar." Tanya Amira.
"Aku tidak tahu." Abbey mengelengkan kepalanya.
"Baiklah aku akan membantumu. Ikut aku." Amira menarik lengan Abbey masuk kembali kedalam gedung apartemen itu dan berhenti tepat didepan pintu apartemen gibran.
"tunggu dulu," Cegah Abbey untuk Amira memencet bel apartemen itu.
"Kenapa lagi sih Abbey? kamu hanya perlu diam dan aku yang berbicara dengan nya. oke" Amira memencet tombol bell itu berkali - kali sehingga keluar lah gibran dari sana.
"Kau lagi!" seru gibran dan kini tatapan nya mengarah ke abbey. "Untuk apa kamu datang lagi kesini?! bukannya kamu sudah ku usir!" seru gibran darahnya kembali mendidih melihat keberadaan perempuan yang kini ia begitu benci.
"Sayang apa ada tamu?" suara seseorang dari dalam apartemen dan seorang perempuan keluar dari apartemen itu.
"Entahlah seorang pengganggu," Ucap gibran memutar bola matanya malas.
"Gibran aku boleh berbicara dengan mu sebentar?" Amira menatap tajam kearah perempuan yang ia begitu sangat dikenalnya.
"Aku tidak bisa. aku sedang sibuk." Ketus gibran ia ingin menutup pintu nya kembali tetapi dicegah dengan tangan Amira.
"Pliss sekali saja. terus itu aku akan pergi." Ucap Amira mengatupkan kedua tangannya.
Gibran menatap kearah perempuan itu yang tak lain ialah sekretaris nya Vita. Tadi ia tidak sengaja memanggil sekretaris nya keapartemennya hanya sekedar ingin melampiaskan kekesalannya dengan seperti biasa patner ranjang. Mereka memang sudah dua kali berhubungan tetapi…
Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 195 - Tidak akan memaafkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 237 Episodes
Comments