Kamar
Abbey dan gibran kembali ke kamar dalam waktu beberapa menit. Tangannya serasa pegal memijit lengan mama Adelia.
"Pegal ya?" tanya gibran pada Abbey yang memijit tangannya.
"Ngak! Ya, iyalah pakai nanya lagi." Kesal Abbey.
Ia memilih membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap kearah langit - langit kamar.
"Gib,," Panggil Abbey.
"Hem,,,"
"Gib,," Panggil nya sekali lagi.
"Apa sih?" kesal gibran.
"Menurut mu sekarang mama ku sama ayah bagaimana ya kabar nya...? apa mereka masih mengingatku,, mungkin sudah lupa kali ya." Lirih Abbey matanya berkaca - kaca.
Gibran pun mulai ikut membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur tepat samping Abbey.
"Seorang orang tua kandung,, ngak akan pernah melupakan putrinya.. dia pasti sangat merindukan mu Abbey." Ucap gibran.
"Apa itu benar...?"
"tapi kenapa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka,," Tanya gibran kini gibran menoleh kearah Abbey.
"Aku belum siap,, bertemu mereka. Karena aku takut... kejadian bertahun - tahun menusuk dadaku kembali teringat lagi." Jawab Abbey sekilas. Kini mereka saling memandang antara satu sama lain. Sangat begitu dekat sehingga suara hembusan nafas antara mereka terdengar sangat jelas.
"Abbey..." Lirih gibran, ia mulai mendekati wajah Abbey dan menyentuh wajah Abbey dengan satu tangannya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang membuka pintu kamar itu dan kini ia ada ditengah - tengah ranjang, "Mom dan dad lagi apa?" tanya gibey tiba - tiba.
"Gibey..?" Seru gibran.
"Ah gibey sejak kapan kamu ada disini sayang?" abbey terlonjak kaget dan ia merubah posisi nya duduk sama halnya dengan gibran.
"Baru aja.. Oh ya tadi grandpa ajak gibey ketaman bunga, apa mom dad tahu disana banyak sekali bunga warna warni."
"Tapi..." gibey menundukkan kepalanya dan terdiam menghentikan kata - katanya.
"Tapi apa sayang?" tanya Abbey ia menatap kearah gibran binggung dan gibran hanya mengangkat kedua bahunya tidak tahu.
"Tapi, tadi gibey pengen bawa semua bunga itu pulang... ngak dikasih." Ucap gibey polos, ia mena…
Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 226
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 237 Episodes
Comments