Didalam ruang bersalin
Kini, Rifka lagi-lagi meringis. "Ini... Sakit banget ,ya Allah." Hadian langsung memeluk istrinya sembari mengelus-elus kepalanya, ia biarkan Rifka mencengkeram erat bahunya.
"Semangat sayang, sebentar lagi kita ketemu anak kita" ucapan Hadian membuat Jizah menangis, ini pertama kalinya ia berada di ruang bersalin melihat perjuangan seorang ibu untuk melahirkan sebuah kehidupan baru.
Beberapa menit kemudian rasa sakit yang maha dahsyat itu datang. Kali ini Rifka hanya menangis tanpa suara sedangkan Jizah ia sudah menangis tersedu-sedu sambil mengusap peluh di kening kakak iparnya. Ada rasa takut menyelimuti dirinya tapi rasa keinginannya lebih besar.
Kini Rifka menjerit saat merasakansesuatu dibawah sana
"MasyaAllah kak ketubannya sudah pecah" Dengan segera Jizah memanggil dokter
Dan beberapa menit kemudian terdengarlah suara tangis bayi membuat Jizah merosot kebawah lalu bersujud dibarengi oleh Hadian
"Ya Allah, Abang kak selamat kalian sudah menjadi orang tua" ucap Jizah memeluk Hadian sedangkan Rifka hanya tersenyum lemas karena tenaganya seperti terkuras habis
Selama bayi perempuan itu dibersihkan Jizah keluar dari ruangan langsung memeluk ummi nya
"Ummi maafkan Anna ummi, jika terdapat pada diri Anna yang menyakiti hati ummi? Anna minta maaf, Anna minta maaf" Jizah menangis dan ummi pun ikut menangis
"Sayang Anna putri ummi, kesalahanmu sudah ummi maafkan berhentilah menangis apa kamu GK malu sama keponakan baru kamu sayang?" Ummi melepaskan pelukannya dan menghapus air mata putri satu-satunya itu
Sedangkan Aldi melihat wanita yang dicintainya menangis dia pun tanpa sadar ikut menangis pula, ia tahu betul Jizah tidak takut ketika berada di ruang bersalin melainkan dia ingin berada diposisi seperti yang Rifka rasakan. Aldi pun sama dia juga ingin merasakan berada diruang bersalin menemani Jizah berjuang melahirkan buah hatinya tapi ia tak bisa memaksa kehendak Takdir yang belum menghendaki hal itu pada dirinya dan Jizah
Beberapa jam kemudi…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(43) Ruang Bersalin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments