Sesuai ucapan Jizah. Hari ini ia, Hadi dan juga Naura akan kembali ke Bogor setelah melepas rindu dua hari. Memang waktunya sangat singkat, tapi mampu mengobati segalanya.
"Nak, lebih baik kalian sarapan terlebih dahulu. Naura juga terlelap, karena setelah sholat subuh tadi dia masih mengantuk." ucap Mila ketika Jizah dan Hadi baru datang kerumahnya
Jizah terkejut, baik Naura ataupun Kheiran tidak pernah ia biasakan tidur selepas sholat subuh karena itu tidak baik.
"Baik bunda, tapi boleh Anna melihat Naura terlebih dahulu?" tanya Jizah
"Iya silakan nak." Mila mempersilakannya dan menyuruh Hadi ke meja makan bersama Dani
Jizah mendatangi tempat putrinya yang sedang terlelap. Ia harus apa bila tidak jadi marah atau ingin langsung membangunkan putrinya itu? yang terlelap sembari mendekap foto kedua orang tua kandungnya.
Jizah duduk disisi Naura, tangannya membenarkan rambut putrinya yang menutupi matanya itu.
"Maafin Umma yang berniat ingin marah sama kamu sayang..." satu kecupan di kening ia berikan
"Kamu pasti sangat merindukan mereka ya? sampai-sampai tidur dengan mendekap foto Ayah Ibumu. Maaf, bila sampai saat ini? Umma dan Abba belum memberikan yang terbaik untuk kamu. Tapi kami selalu berusaha memenuhi apa yang tidak kamu rasakan sedari dulu." lirih Jizah
"Wajah kamu selalu mengingatkan Umma dengan almarhumah ayahmu. Kamu bahkan mirip sekali dengannya jika tertidur seperti ini. Ayahmu, kamu, dan Abang Tsaqif? kalian memiliki mata yang sama. Dari mata kalianlah Umma belajar mengikhlaskan, bahwa dunia ini? tidak perlu kalian lihat dengan mata yang lebar. Justru? dengan mata seperti kalianlah, kita bersyukur atas apa yang halal dipandang. Begitu banyak tipu daya manusia yang dapat kita lihat tanpa sengaja. Tapi apa yang sering manusia perbuat? kita seolah-olah menutup mata rapat-rapat dan menganggapnya itu hal yang biasa." Mila ternyata sedari tadi mendengar ucapan Jizah. Buru-buru ia hapus air matanya yang keluar begitu saja.
"Bunda?" panggil Jizah bangkit dari r…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(159) Sebenarnya Jodoh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
mulya purnama
sedih banget..😢😢😢
2021-01-28
1
Yatin Nurhayatij Yatij
semangat dn lnjut thor
2021-01-26
1
Dewi_k
semangat kaka
2021-01-26
1