Jizah dan Hadi tengah duduk diruang tamu rumah Dani. Setelah mereka sampai tadi, deraian air mata kerinduan tak terbendung dari Naura dan kakek neneknya. Memang selama Naura berada dalam pengasuhan Jizah dan Mufid, ini adalah kali kedua ia baru ke Yogyakarta lagi. Karena hampir setiap hari mereka hanya berhubungan melalui via telepon saja.
"Nak, lebih baik kamu istirahat dikamar dulu. Pasti kamu lelah, kasihan anakmu. Ayo bunda antar." ucap Mila pada Jizah
"Baik bunda." Jizah mengikuti mantan ibu mertuanya itu berjalan kearah salah satu kamar
"Kamu istirahat disini dulu ya, kalau perlu apa-apa? kamu bisa panggil bunda." ucap Mila dan Jizah iyakan
Jizah masuk kedalam sebuah kamar, yang ia ingat itu adalah kamar almarhum Aldi dahulu. Semua letak barang-barang yang Jizah ingat ketika terakhir memasuki kamar itu telah berubah. Itu sudah pasti. Ketika ia masih berstatus istri Aldi saja, bisa dihitung dengan jari berapa kali ia datang kesini. Apalagi kamar itu sudah pasti diisi juga oleh almarhumah Fira.
Jizah memandang sekeliling kamar itu. Rapih dan bersih, karena memang walaupun tak berpenghuni tapi Mila tetap membersihkannya. Ada dua bingkai foto yang menempel di dinding. Dengan penasaran, ia mendekatinya.
"Masya Allah, kenapa masih ada?" ucap Jizah terkejut, ketika melihat salah satu foto itu ternyata adalah foto pernikahannya dengan Aldi dahulu.
Diambilnya foto itu, air matanya menetes tanpa dipinta. Pasangan yang serasi pada masanya. Terlihat jelas kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya.
"Takdir, begitu adil. Berawal bahagia, berujung duka. Aku telah memaafkan masa lalu kita mas. Ku berharap kamu tersenyum disana seperti difoto ini." batin Jizah lalu ia juga mengambil foto satunya yang masih menempel di dinding.
Foto kedua, adalah foto pernikahan Aldi dan Fira. Tak ada senyum yang benar-benar menggambarkan bahagia dari keduanya. Jelas sekali perbedaan dari kedua foto itu, mewah dan sederhana, lalu bahagia dan kesedihan.
"Fira? kamu bahkan sangat cantik, walau ta…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(158) Salah Dalam Hidup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
shafiyah az zahra
like, like, like
2021-01-24
1
Nur Indrawati
sangat bagus
2021-01-23
1
Naila Putri
semangat up-nya Thor nasehat agama yg bagus
2021-01-23
2