Di taman belakang rumah Abah, terdengar ramai dengan gelak tawa dari Jizah dan teman-temannya. Mereka semua sedari tadi asik menggoda Rendy, yang masih setia dengan kesendiriannya.
"Udah deh luh pada, berisik tahu GK?" kesal Rendy
"Ishh ngambek nanti gantengnya ilang loh." ucap Jizah sembari menahan tawa
"Bumil jangan kebanyakan ketawa, kasihan keponakan gw tuh." ucap Rendy matanya melirik kearah perut Jizah
Dan tiba-tiba tawa mereka terhenti saat melihat Jizah menarik kuat baju Mufid sembari memejamkan matanya.
"Sayang, kamu kenapa? tendangannya lebih kencang?" tanya Mufid dan Jizah mengangguk
"Ayo pegang tangan Abba yang kuat." ujar Mufid sembari mengelus perut Jizah
Mereka semua yang melihat ikut meringis
"Tuh kan, gw bilang apa jangan kebanyakan menertawakan jomblo." ucap Rendy dan mendapatkan tatapan tajam dari Jizah
Beberapa detik kemudian, tendangan kecil dari anak yang dikandungnya berhenti membuat Jizah sedikit bernafas lega.
"Apa selalu kayak gitu Zah?" tanya istri Riandi
"Dari usia enam bulan tuh aktif banget nendang nya, dan tadi perutku tiba-tiba kenceng juga." jawab Jizah
"Ku waktu hamil Nauval, boro-boro Ayahnya nguatin kayak tadi kak Khairul. Dia mah malah panik dan nelpon mamaku." ucap Riska menatap sebal suaminya
"Loh kok masih dibahas." kata Zaki
Yang mendengarnya pun terkekeh
"Jenis kelaminnya apa nih? udah tahu kan?" tanya Bagus
"Iya apa nih si utun gw." sambung Rendy
"Utun-utun siapa utun?" tanya Jizah yang tak suka Rendy memanggil anaknya dengan sebutan utun
"Males ngomong sama ibu hamil, salah Mulu gw." ucap Rendy
"Udah-udah, jenis kelaminnya masih kita rahasiakan, biar kalian tahu nanti waktu dia lahir aja." ucap Mufid
"Yaahhhh." mereka terlihat kecewa
***
Menjelang sore, sebagian dari mereka sudah pulang dan tersisa Bagus dengan istrinya serta Rendy yang sedang bercengkrama dengan Abuyah.
"Kamu mau ngomong apa sih Gus?" tanya Jizah, saat Bagus tak jua berbicara karena ia ragu ingin mengatakan kalau ia tadi bertemu dengan Aldi.
"Tadi... ada…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(129) Si Utun
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Rosa Alaisyah
lucu sma rendy..
2021-02-24
1
shafiyah az zahra
Rendinya jangan di anggurin dunk,,,ekekek
2020-12-13
1
PROMISE🌺
like this KK semangat terus kk feedback karya aku yuk ditunggu kedatangannya 🤗
2020-12-13
0