Sebelum azan subuh berkumandang, Aldi sudah terlebih dahulu pergi ke masjid ingin menenangkan diri lebih lama, tak lupa ia mengunci pintu rumah dari luar karena Mbok Surti masih berada dirumah Abah. Membiarkan suami istri itu menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.
Jizah terbangun saat mendengar suara handphone berbunyi tapi itu bukan miliknya melainkan milik Aldi.
Perlahan ia mengambil handphone suaminya yang berada di nakas.
"Mas Fadil?" gumamnya setelah membaca siapa yang menelepon, ia tak kenal maka tak mengangkatnya
Berkali-kali handphone itu terus berbunyi sampai akhirnya terhenti, diganti dengan beberapa pesan.
Dengan ragu Jizah membacanya
"Maaf ya mas aku GK sopan" ucapnya dalam hati, bagaimanapun itu privasi suaminya harus ia hargai tapi karena penasaran jadi membukanya
Aldi, kamu dimana?
Keputusanmu ku tunggu dua hari lagi,
Istrimu sudah melahirkan kan? tapi anakmu? tidak selamatkan?
Jika kamu memilih istrimu itu, jangan harap keluargamu disini selamat dan anakmu dalam kandungan Fira juga akan jadi korbannya.
Air mata tak bisa lagi dibendung, Jizah hanya bisa menangis. Kini rumah tangganya sedang berada di ujung tanduk.
"Aku tidak ingin mas Aldi mengorbankan nyawa banyak orang hanya demi Aku, GK ini GK boleh terjadi". Jizah menggelengkan kepalanya.
Jizah langsung menaruh lagi handphone Aldi buru-buru, jangan sampai suaminya tahu dan ia akan berusaha sebisa mungkin biasa saja dihadapan Aldi.
***
Setelah pulang dari masjid, Aldi pulang dan membuka pintu secara perlahan. Harum wangi masakan tercium oleh rongga hidungnya.
"Apa Anna masak?" ia berjalan menuju dapur dan benar, istrinya sedang mengaduk-aduk masakannya.
"Sayang... kamu GK perlu masak dulu, mas bisa delivery nanti" ucap Aldi berdiri di samping Jizah
"Sudah pulang mas? kamu mau minum apa?" Jizah bertanya mengalihkan pembicaraan dan meraih tangan Aldi untuk disalami
"Udah gampang itu mas bisa buat sendiri, kamu berhenti masaknya" tangan Aldi mematikan kompor
"Mas jangan dimatikan sebentar lagi masa…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(75) Harus Mengikhlaskan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Rindiani Wardanita
ihhh, thor knpa jdi kyak gini sihh😫😫
2021-03-10
2
Rosa Alaisyah
parpisahan satu hal yg mnyakit kan.😭😭😭
2021-02-22
2
🅶🆄🅲🅲🅸♌
jizah ruarrrr biasa...smoga kelak bahagia berpihak padaku jizah
2021-01-22
1