Pukul 22:15 terdengarlah suara tangis bayi yang begitu menggema di ruangan itu. Jizah terkulai lemas tak berdaya dan tak bisa berkata-kata lagi, hanya tersenyum samar-samar dengan air mata yang mengalir.
Sementara Mufid, ia sudah bersujud menumpahkan segala air matanya. Mengucap syukur kepada Allah Subhanahu wata'ala atas segala karunia-Nya. Baginya istri dan anaknya selamat adalah hal yang paling membahagiakan di hari itu.
Mufid bangkit dan langsung memeluk istrinya. Suami istri itu menangis bahagia. Perjuangan keduanya belum berhenti. Tanggung jawab keduanya kian bertambah berat. Kini bayi mereka sedang dibersihkan oleh suster.
"Terima kasih sayang." ucap Mufid dan Jizah hanya mengangguk lemah
"Bapak? ibu? selamat ya, anaknya laki-laki dengan sehat dan sempurna insya Allah." ucap dokter perempuan yang bernama Talia
"Iya ibu juga hebat, bisa melahirkan normal. Tapi maaf ya, saya harus beri beberapa jahitan diluar." ucap dokter perempuan satunya yang bernama Nida
"Iya terima kasih dokter." ucap Jizah dan Mufid
"Apa jahitannya banyak dokter?" tanya Mufid
"Tidak pak, insya Allah pemulihannya juga tidak akan lama juga karena kecil." jawab dokter Nida
Saat Jizah masih masih ditangani oleh dokter. Mufid berjalan mendekati putranya yang sudah selesai dibersihkan.
"Bapak ingin mengadzani nya?" tanya suster
"Iya sus, tapi boleh sambil saya gendong?"
"Boleh pak, ini hati-hati." Suster memberikan bayi laki-laki itu kepada Mufid
Dipandanginya wajah putranya yang masih berwarna kemerah-merahan. Bayi itu tersenyum kearah Abba nya.
"Allahu Akbar... Allahu... Akbar." Mufid mulai mengadzani telinga kanannya lalu iqomah ditelinga kirinya.
"Masya Allah tabarakallah.... gantengnya Abba? jagoan kedua Abba dan Umma ya? Sholeh ya nak. Jadi penerus dakwah Islam selanjutnya, Aamiin." ucap Mufid mencium seluruh wajah putranya
"Beratnya 4 kg pas ya pak. Dan panjangnya 50 cm." jelas suster
"Alhamdulillah."
"Maaf ya pak? bayinya harus kita observasi terlebih dahulu untuk beberapa jam." ucap s…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(163) Jagoan Kedua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Ismiyati
lanjut
2021-01-31
1
Dewi_k
Semangat author, semoga karyamu menjadi yang terbaik. Semoga sukses selalu bersamamu. Jangan pernah menyerah, yakinlah sukses akan datang menghampiri. Semangat💪💪💪
2021-01-31
0
Anin Nafila
uwwuuuuu
2021-01-31
1