Keesokan harinya, Jizah pagi-pagi sekali sudah menyediakan beberapa stok asi yang tadi ia pompa untuk Khairil. Putranya itu sudah dibawa berjemur oleh neneknya. Sementara, Mufid sedang menyiapkan sarapan apa yang diinginkan oleh kedua putrinya.
Jizah keluar dari kamar dan ia sudah rapih dengan gamis serta hijab syar'i nya. Ia pagi ini ingin mengunjungi makam Tsaqif, putranya.
"Cantik-cantik nya Umma? makan apa hari ini?" tanya Jizah menghampiri suami dan kedua anak gadisnya
"Abba buat loti sama telol Umma." jawab Kheiran
"Masya Allah, buat Umma ada nggak nih?" tanya Jizah melirik suaminya
"Ada donk, ini spesial." ucap Mufid tersenyum
"Apanya yang spesial Ba? kan sama-sama pakai telor?"
"Iyaa, tapi dibuat dengan cinta." gombal Mufid lalu mendekati Jizah
"Masih pagi Baa, banyak anak-anak nggak baik, jangan dekat-dekat."
"Ihh kamu geer banget sih? kan Abba cuma mau ngasih ini." ucap Mufid meletakkan dua roti bakar dengan isi telor dan daun salad
"Terima kasih Abba nya anak-anak." ucap Jizah tersenyum
Mufid mengecup kening istrinya "Sama-sama Umma nya anak-anak."
Pagi itu, di meja makan rumah Abah hanya ada keluarga kecil Mufid dan Jizah. Sedangkan keluarga keluarga Hamzah, mereka sudah pergi ke rumah sakit untuk cek-up rutin kesehatan Maryam. Setelah ia kehilangan calon anak keduanya karena keguguran. Kesehatan pada rahimnya mulai rapuh. Ia pun sudah lama berhenti menjadi dokter kandungan dan lebih fokus pada suami, anak dan kesehatannya saja.
***
Sementara itu, di taman depan rumah Abah yang sedari dulu tetap berisikan berbagai macam bunga dan rerumputan yang indah. Kakek dan nenek itu sangat-sangat menikmati sinar matahari pagi bersama cucu mereka. Memang, berjemur lebih baik jam 10 pagi. Tapi karena beberapa hari ini hujan selalu turun di pukul 9 jadi memanfaatkan kesempatan yang ada.
Khairil sedang tengkurap dipangkuan Abah. Bayi itu tampak nyaman-nyaman saja. Pagar rumah yang menjulang tinggi itu terbuka satu dan para tetangga yang lewat dapat dengan jelas melihat…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(168) Ke Makam Tsaqif
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Dewi_k
Semangat up thor
2021-02-11
0
Cucu Waryati
ko segera tamat ah
2021-02-08
1
Lira
Lanjut thor , Aku mampir lagi bawa like nih..semangat !!!
Dapet dalam dari
" Bidadari Sang Gus "
Ditunggu vote , like dan komen katanya ..
Silahkan mampir juga ya....!!!!
kita saling dukung
Oke .....
2021-02-08
0